Para Pekerja Tampak Fokus Mengerjakan Salah Satu Titik Proyek Pekerjaan Rehabilitasi Saluran Irigasi Daerah Irigasi (D.I) Air Ketahun. Foto/Dok: Ist
NEINEWS, Lebong – Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII terus mengebut pelaksanaan proyek strategis nasional rehabilitasi saluran irigasi Daerah Irigasi (D.I) Air Ketahun di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Program ini menjadi bagian dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan, Rabu (29/10/2025).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera VII, Fitriadi, menegaskan proyek ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur pertanian yang kokoh dan berkelanjutan.
“Ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Kami berharap masyarakat ikut menjaga irigasi ini agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Fitriadi.
Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada PT Rodateknindo Purajaya, perusahaan berpengalaman di bidang sumber daya air. Sartono, Pelaksana Lapangan proyek, memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan standar mutu.
“Kami membangun tanggul irigasi induk yang mengairi sawah dari Bingin Kuning hingga Lebong Sakti, serta peningkatan jalan usaha tani sepanjang 4,9 kilometer dari BK 2 hingga BK 9,” jelas Sartono saat ditemui di Desa Ujung Tanjung I, beberapa waktu lalu.
Selain itu, terdapat pekerjaan rehabilitasi saluran induk sepanjang 1.200 meter dan pembangunan rigid beton tebal 20 sentimeter di dua titik akses jalan usaha tani yang vital bagi distribusi hasil panen.
“Pekerjaan sudah berlangsung dua bulan dan ditargetkan rampung pada Desember 2025. Semoga tidak ada hambatan berarti,” tambahnya optimistis.
Desa Terangkat, Ekonomi Petani Bangkit
Program ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Tuti Maryani, S.Pd, Pjs Kepala Desa Ujung Tanjung I, menyebutkan bahwa pembangunan irigasi dan jalan usaha tani membawa perubahan besar bagi masyarakat desa.
“Dulu petani harus angkut hasil panen pakai ojek motor. Sekarang bisa dengan mobil jauh lebih efisien dan hemat biaya,” ujar Tuti.
Ia menilai pembangunan ini bukan hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mengangkat ekonomi petani secara nyata.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan BWS Sumatera VII. Ini langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani Lebong,” tegasnya.
Petani Rasakan Manfaat Langsung
Hal senada disampaikan Eryantoni, warga penerima manfaat irigasi yang ikut terlibat dalam pekerjaan lapangan.
“Kami masyarakat pengguna irigasi sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan BWS Sumatera VII atas program swasembada pangan Presiden Prabowo ini,” ucapnya.
Dengan kehadiran proyek yang digarap PT Rodateknindo Purajaya, roda ekonomi pertanian di Lebong diprediksi berputar lebih kencang, selaras dengan semangat kedaulatan pangan Indonesia.
Reporter: Alfridho Ade Permana
