Semangat HUT RI, MTsN 1 Kota Bengkulu Padukan Kekompakan, Kreativitas dan Prestasi

Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI mewarnai MTsN 1 Kota Bengkulu. Foto/Dok: Ist

KOTA BENGKULU, NEINEWS – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Bengkulu. Sejak awal Agustus 2026, berbagai persiapan dilakukan warga madrasah untuk menyambut peringatan kemerdekaan yang jatuh pada Senin, 17 Agustus 2026.

Tidak sekadar memasang ornamen merah putih, momentum kemerdekaan di MTsN 1 Kota Bengkulu diisi dengan rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang melibatkan siswa, guru, staf Tata Usaha (TU), wali kelas hingga wali siswa.

Berbagai perlombaan digelar, mulai dari lomba susun kata, estafet sarung, mancing kerupuk, gurita air hingga kreasi kelas. Di saat yang sama, Tim Paskibra MTsN 1 Kota Bengkulu terus mematangkan latihan sebagai bagian dari persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi para siswa.

Menurutnya, momentum kemerdekaan harus dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan, kreativitas, sportivitas serta rasa tanggung jawab di lingkungan madrasah.

“Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya menikmati suasana kemerdekaan, tetapi juga belajar tentang kerja sama, sportivitas, tanggung jawab dan bagaimana menghargai perjuangan para pahlawan,” ujar Diniah kepada Neinews, Jumat (14/8/2026).

Semangat PORSENI Mulai Menggema

Memasuki Rabu, 12 Agustus 2026, suasana kemerdekaan semakin terasa di lingkungan MTsN 1 Kota Bengkulu. Sejumlah perlombaan mulai digelar dan diikuti siswa dengan penuh antusias. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Lomba Susun Kata yang melibatkan siswa sebagai peserta dan guru dari rumpun bahasa sebagai bagian dari penyelenggara.

Lomba tersebut bukan hanya mengandalkan kecepatan. Peserta dituntut memiliki penguasaan kosakata, konsentrasi, ketelitian dan kreativitas. Para siswa terlihat serius menyusun kata sesuai tantangan yang diberikan. Namun, suasana tetap cair karena sorakan dan dukungan teman-teman turut mewarnai jalannya perlombaan.

Guru Rumpun Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab MTsN 1 Kota Bengkulu turut memastikan perlombaan berlangsung tertib dan sportif. Diniah menilai kegiatan seperti ini penting karena mampu menggabungkan unsur pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk berekspresi. Karena itu, kegiatan seperti lomba susun kata tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat mengasah kemampuan berpikir, kosakata, kreativitas dan keberanian mereka,” katanya.

Adu Kekompakan di Lomba Estafet Sarung

Pada hari yang sama, kemeriahan PORSENI berlanjut melalui Lomba Estafet Sarung. Lomba ini menuntut setiap anggota kelompok bekerja secara kompak. Sarung harus dipindahkan dari satu peserta ke peserta lainnya tanpa memutus pegangan tangan.

Kecepatan menjadi salah satu faktor penentu, tetapi kekompakan dan koordinasi tim justru menjadi kunci kemenangan. Sorakan siswa yang menyaksikan perlombaan membuat suasana semakin meriah.

Menurut Diniah, nilai yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut bukan semata-mata kemenangan.

“Yang kami bangun adalah semangat kebersamaan. Anak-anak belajar bahwa untuk mencapai tujuan, mereka harus saling mendukung dan bekerja sama. Itu nilai penting yang akan mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Mancing Kerupuk Tak Hanya untuk Siswa

Semarak kemerdekaan semakin terasa ketika Lomba Mancing Kerupuk digelar. Menariknya, peserta bukan hanya siswa. Para guru MTsN 1 Kota Bengkulu juga ikut turun ke arena dan menunjukkan ketangkasan mereka dalam perlombaan yang identik dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI tersebut.

Peserta harus berusaha mendapatkan kerupuk dengan teknik yang telah ditentukan. Meski terlihat sederhana, perlombaan membutuhkan fokus, kesabaran dan ketepatan. Kehadiran guru di arena lomba membuat suasana semakin cair. Guru dan siswa larut dalam tawa dan semangat kompetisi.

Diniah menyebut keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk membangun kedekatan dengan siswa. “Guru tidak hanya hadir ketika mengajar di kelas. Dalam kegiatan seperti ini, kita juga bisa membangun kedekatan dan kebersamaan dengan siswa. Suasana yang akrab akan membuat lingkungan madrasah menjadi lebih positif,” tuturnya.

Gurita Air Uji Kekompakan

Masih dalam rangkaian PORSENI, Lomba Gurita Air juga menjadi salah satu kegiatan yang menyedot perhatian siswa. Lomba tersebut mengharuskan peserta bergerak secara bersama-sama dalam satu kelompok.

Gerakan yang tidak kompak dapat memengaruhi hasil akhir. Karena itu, komunikasi dan kerja sama menjadi faktor penting. Tawa dan sorakan terdengar sepanjang perlombaan.

Pembina OSIM MPK MTsN 1 Kota Bengkulu, Melda Nuari Handini, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tidak hanya ditujukan untuk hiburan, tetapi juga melatih kerja sama, sportivitas dan kekompakan siswa.

Bagi pihak madrasah, semangat tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter.

Diniah menegaskan bahwa kegiatan PORSENI menjadi salah satu sarana untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai arti sportivitas. “Menang dan kalah adalah bagian dari sebuah perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak belajar menghargai teman, menerima hasil pertandingan dan tetap menjaga sportivitas,” katanya.

Kelas Disulap Jadi Ruang Kreativitas

Semangat kemerdekaan juga terlihat dari persiapan Lomba Kreasi Kelas. Kegiatan ini memiliki keunikan tersendiri karena tidak hanya melibatkan siswa.

Wali kelas dan wali siswa turut berpartisipasi dalam mempercantik serta menata ruang kelas dengan berbagai ornamen bernuansa merah putih. Setiap kelas berusaha menampilkan konsep terbaiknya.

Ada yang menonjolkan dekorasi kemerdekaan, sementara kelas lainnya mengedepankan kreativitas dan kerapian dalam menata lingkungan belajar. Keterlibatan wali siswa menjadi bagian penting karena memperkuat kolaborasi antara madrasah dan orang tua.

Diniah memberikan apresiasi terhadap keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut. “Kolaborasi antara madrasah, guru, siswa dan orang tua sangat penting. Ketika semuanya terlibat, kegiatan bukan hanya menjadi lebih meriah, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap madrasah,” jelasnya.

Menurutnya, semangat gotong royong yang terlihat dalam Lomba Kreasi Kelas merupakan salah satu nilai penting yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda.

Staf TU Ikut Merahkan Madrasah

Semangat merah putih juga dirasakan jajaran Staf Tata Usaha MTsN 1 Kota Bengkulu. Para tenaga kependidikan ikut mempersiapkan diri untuk ambil bagian dalam berbagai perlombaan PORSENI.

Keikutsertaan staf TU menunjukkan bahwa perayaan HUT RI ke-81 di MTsN 1 Kota Bengkulu bukan hanya milik siswa. Guru, tenaga kependidikan dan siswa memiliki ruang yang sama untuk membangun kebersamaan.

Diniah menyampaikan bahwa seluruh unsur madrasah merupakan satu kesatuan yang memiliki peran dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif. “Madrasah ini bukan hanya tempat siswa belajar. Semua unsur di dalamnya adalah satu keluarga besar. Karena itu, kebersamaan antara guru, tenaga kependidikan dan siswa harus terus kita jaga,” ujarnya.

MTsN 1 Ukir Prestasi di Panggung Kemenag

Semangat kemerdekaan MTsN 1 Kota Bengkulu kemudian berbuah prestasi.

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, MTsN 1 Kota Bengkulu berhasil meraih Juara 1 Festival Tari Sapu Tangan Harmoni yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penampilan tersebut melibatkan Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, guru dan staf TU.

Kepala MTsN 1 Kota Bengkulu, Dr. Diniah, M.Pd.Si., bahkan ikut tampil bersama para guru dan tenaga kependidikan. Kekompakan, energi dan kreativitas yang ditampilkan tim MTsN 1 berhasil mengantarkan madrasah tersebut menjadi yang terbaik.

Diniah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi tersebut. “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTsN 1 Kota Bengkulu. Namun yang paling penting bukan hanya pialanya, melainkan proses kebersamaan, kekompakan dan semangat yang ditunjukkan seluruh tim,” ungkapnya.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. “Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya, berkreasi dan membawa nama baik MTsN 1 Kota Bengkulu,” lanjutnya.

Paskibra Matangkan Langkah Menuju 17 Agustus

Di tengah kemeriahan PORSENI dan prestasi yang diraih, persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga terus dilakukan. Tim Paskibra MTsN 1 Kota Bengkulu menjalani latihan secara intensif menjelang upacara pada Senin, 17 Agustus 2026.

Baris-berbaris, langkah tegap, penghormatan, pembentukan formasi hingga tata cara pengibaran bendera terus dimatangkan. Ketepatan gerakan dan kekompakan menjadi perhatian utama.

Bagi anggota Paskibra, tugas mengibarkan Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial. Ada tanggung jawab dan kehormatan yang harus dijaga.

Diniah meminta seluruh anggota Paskibra menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

“Persiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tugas sebagai Paskibra merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Tunjukkan disiplin, kekompakan, dan semangat terbaik untuk mengibarkan Merah Putih,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota Paskibra menjaga kesehatan dan konsentrasi selama menjalani latihan.

Bukan Sekadar Meriah, Ada Pendidikan Karakter

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di MTsN 1 Kota Bengkulu memperlihatkan satu benang merah: kemerdekaan dirayakan melalui kebersamaan.

Siswa belajar berkompetisi. Guru ikut bermain. Staf TU turun ke arena. Wali siswa terlibat menghias kelas. Paskibra berlatih menjaga kehormatan Merah Putih. Sementara itu, guru dan kepala madrasah menunjukkan kreativitas hingga berhasil membawa pulang prestasi.

Diniah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah membangun karakter siswa. “Kami ingin setiap kegiatan di madrasah memberikan nilai positif bagi anak-anak. Mereka belajar disiplin, kerja sama, kreativitas, sportivitas dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal mereka ke depan,” tegasnya.

PORSENI Kemerdekaan di MTsN 1 Kota Bengkulu pun bukan sekadar agenda tahunan untuk memeriahkan bulan Agustus. Di balik perlombaan dan tawa, terdapat pendidikan karakter yang sedang dibangun.

Disiplin, kerja sama, sportivitas, kreativitas, tanggung jawab dan cinta tanah air menjadi nilai yang terus ditanamkan kepada para siswa. Semangat tersebut menjadi bagian dari cara MTsN 1 Kota Bengkulu mengisi kemerdekaan.

Merdeka, Kompak, Kreatif dan Berprestasi

Sebab, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari satu langkah tegap Paskibra, satu kelas yang dihias bersama, satu perlombaan yang menghadirkan tawa hingga satu tarian yang membawa nama madrasah menjadi juara. Dari MTsN 1 Kota Bengkulu, semangat Merah Putih terus menyala.

Pewarta: Alfridho Ade Permana

Exit mobile version