Ine, seorang ibu yang kini sukses berjualan melalui TikTok Shop. Foto/Dok: Ist
JAKARTA, NEINEWS – Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari kemudahan. Bagi Ine, seorang ibu yang kini sukses berjualan melalui TikTok Shop, keberhasilan yang diraihnya berawal dari masa-masa sulit, ketika kebangkrutan usaha membuat keluarganya terpuruk secara ekonomi.
Di balik kesuksesan yang terlihat hari ini, tersimpan kisah perjuangan yang penuh air mata. Ine pernah berada di titik terendah dalam hidupnya, saat toko yang menjadi sumber utama penghasilan keluarga bangkrut. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kebutuhan hidup terus berjalan, sementara ia harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk pengobatan sang buah hati.
Salah satu pengalaman paling menyakitkan yang masih membekas dalam ingatannya adalah ketika ia terpaksa menghentikan pengobatan anaknya yang menderita penyakit paru-paru karena keterbatasan biaya.
“Ada satu masa yang sampai sekarang tidak akan pernah saya lupakan. Saya pernah terpaksa menghentikan pengobatan anak saya yang sedang sakit paru-paru karena saat itu saya benar-benar tidak punya uang,” kenang Ine dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (24/10/2026).
Sebagai seorang ibu, Ine mengaku ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Namun, keadaan ekonomi saat itu membuatnya tidak memiliki banyak pilihan. Di tengah kesulitan, ia harus mencari cara agar keluarganya tetap bisa bertahan hidup.
Alih-alih menyerah pada keadaan, Ine memilih bangkit dan terus berusaha.
Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mulai berjualan rendang dengan berkeliling kampung. Panas matahari, rasa lelah, hingga perasaan malu harus ia hadapi. Baginya, tidak ada pilihan selain terus berjuang demi keluarga dan masa depan anaknya.
Di tengah perjuangan tersebut, Ine mulai mengenal TikTok. Awalnya, platform itu hanya digunakan untuk mencari hiburan dan mengusir penat di tengah persoalan hidup yang dihadapinya.
Namun, setelah melihat orang lain mampu memperoleh penghasilan melalui TikTok, muncul keinginan dalam dirinya untuk mencoba peluang yang sama.
Ine kemudian mulai belajar secara otodidak. Ia mempelajari cara membuat konten, memasarkan produk, hingga memahami pola kerja platform digital agar dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli.
Perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konten yang sepi penonton hingga proses membangun kepercayaan dan menemukan strategi penjualan yang tepat.
Meski demikian, Ine terus mencoba. Dengan ketekunan, keberanian untuk belajar, dan keyakinan bahwa keadaan bisa berubah, ia perlahan membangun peluang baru melalui TikTok Shop.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ine mengungkapkan bahwa penghasilan yang diperolehnya dari TikTok Shop kini jauh melampaui pendapatan dari toko yang dahulu pernah menjadi tumpuan ekonomi keluarganya.
Perubahan itu menjadi titik balik dalam kehidupannya. Dari berjualan rendang keliling untuk bertahan hidup, Ine kini mampu mengembangkan usaha melalui platform digital dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Bagi Ine, kisah yang dialaminya bukan sekadar cerita tentang keberhasilan berjualan secara daring. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa keterpurukan tidak harus menjadi akhir dari perjuangan seseorang.
“Saya bercerita bukan untuk dikasihani, tetapi untuk berbagi bahwa keadaan sulit bukan berarti akhir dari segalanya. Titik terendah dalam hidup bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ine juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang merintis usaha, mengalami kebangkrutan, atau menghadapi kesulitan ekonomi agar tidak mudah menyerah.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan jalan baru selama bersedia terus berusaha, belajar, dan mencoba peluang yang ada.
“Kalau hari ini kalian sedang di fase merintis usaha, bangkrut, atau merasa hidup tidak berpihak, jangan buru-buru menyerah. Kita tidak pernah tahu jalan mana yang akan membawa kita ke kehidupan yang lebih baik. Jangan pernah berhenti mencoba, karena kita tidak pernah tahu kapan Allah membuka jalan rezeki yang selama ini kita perjuangkan,” tutup Ine.
Kisah Ine menjadi gambaran bahwa di tengah keterbatasan, keberanian untuk bangkit dan kemauan mempelajari hal baru dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
Dari langkah sederhana berjualan rendang keliling kampung hingga memanfaatkan teknologi digital, Ine membuktikan bahwa perjuangan dapat menjadi awal perubahan hidup. (Ta7)
