Preservasi Jalan Lais–Kerkap Terus Berjalan Perkuat Jalur Nasional

Proyek Preservasi Jalan Nasional Senilai Rp106 Miliar Di Bengkulu Utara Ditargetkan Memperkuat Konektivitas Lintas Sumatera, Mendukung Distribusi Logistik, Dan Meningkatkan Keselamatan Pengguna Jalan.

Pekerjaan preservasi Jalan Lais–Kerkap di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terus digenjot demi menjaga kemantapan ruas Jalan Lintas Sumatera yang menjadi jalur vital penghubung Bengkulu dan Sumatera Barat. Foto/Dok: Ist

NEINEWS, BENGKULU – Proyek Preservasi Jalan Lais–Kerkap di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terus berjalan dan digenjot pengerjaannya sebagai bagian dari program penanganan infrastruktur jalan nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Bengkulu.

Proyek strategis tersebut bertujuan menjaga kemantapan ruas Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Barat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, serta distribusi logistik nasional.

Paket pekerjaan berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bengkulu dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp106.953.650.000 yang bersumber dari APBN melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut memiliki kode tender 10069606000 dengan nama paket Preservasi Jalan Lais–Kerkap. Dalam hasil tender, PT Galih Medan Persada ditetapkan sebagai perusahaan pemenang dengan nilai penawaran sebesar Rp94.939.939.000.

Sementara pengawasan teknis proyek dilakukan oleh PT Indec Internusa melalui paket Pengawasan Teknis Preservasi Jalan Lais–Kerkap (SBSN) dengan nilai pagu Rp4.014.874.000 yang juga didanai melalui SBSN.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 20,78 kilometer dan ditargetkan hingga selesai tahun 2027 mencapai sekitar 57 kilometer.

Penanganan difokuskan pada rehabilitasi mayor di sejumlah titik kerusakan berat, pemeliharaan rutin jalan, rehabilitasi jembatan, pekerjaan drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, pekerjaan berbutir dan perkerasan beton semen, perkerasan aspal, pekerjaan struktur, hingga demobilisasi dan pekerjaan pendukung lainnya.

Penyelesaian proyek preservasi Jalan Lais–Kerkap dilakukan melalui skema multi years contract (MYC) dengan satu penyedia jasa pelaksana.

Proyek strategis nasional ini difokuskan pada rehabilitasi jalan, penanganan drainase, hingga penguatan titik rawan longsor guna meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran distribusi logistik masyarakat. Foto/Dok: Ist

Kepala Perwakilan Bengkulu PT Galih Medan Persada, Saparudin mengatakan progres pekerjaan preservasi Jalan Lais–Kerkap saat ini telah mencapai kurang lebih 70 persen.

Sementara untuk progres global pekerjaan hingga anggaran tahun 2027, kata dia, saat ini telah mencapai sekitar 17 persen.

“Pekerjaan terus berjalan secara bertahap sesuai target dan tahapan yang telah direncanakan di lapangan,” ujar Saparudin, Jumat (22/05/2026).

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Bengkulu, Tendi Hardianto mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kualitas jalan strategis nasional demi mendukung kelancaran mobilisasi arus lalu lintas serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Program preservasi jalan ini bertujuan untuk menjaga fungsionalitas jalan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung kelancaran aktivitas logistik dan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Tendi.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Bengkulu, Agus Kriswanto mengatakan pekerjaan preservasi Jalan Lais–Kerkap terus dilakukan secara bertahap guna menjaga kondisi infrastruktur tetap optimal dan berfungsi maksimal bagi masyarakat.

“Melalui pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan kondisi jalan ini, diharapkan ke depannya masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang, jasa, serta aktivitas sehari-hari,” ujar Agus.

Ia menambahkan, keberadaan jalan nasional yang terawat tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, proyek preservasi tersebut juga menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan aman dan sesuai standar teknis jalan nasional.

Adapun lingkup pekerjaan utama meliputi rehabilitasi mayor untuk mengembalikan kapasitas beban jalan pada titik-titik kerusakan berat, pemeliharaan rutin badan jalan dan jembatan, hingga penanganan titik rawan longsor di ruas Lais–Kerkap.

Pada sejumlah titik rawan longsor, pekerjaan dilakukan melalui perkuatan lereng menggunakan retaining wall atau dinding penahan tanah, pembangunan drainase, pekerjaan tanah, hingga pemasangan material geosintetik guna menjaga stabilitas badan jalan.

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas maupun beraktivitas di sekitar lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi menjaga keselamatan dan kelancaran bersama selama proses pengerjaan berlangsung.

Reporter: Alfridho Ade Permana

Exit mobile version