Jakarta, Neinews.Org –Pak Yeop, seorang pemilik gerai pisang goreng di Malaysia, menjadi viral di media sosial setelah mengungkapkan kebijakan gaji yang sangat menguntungkan bagi karyawannya. Setiap bulan, Pak Yeop memberikan gaji sebesar RM 2000 (sekitar Rp 7,2 juta) untuk setiap karyawan, jauh lebih tinggi dari gaji pokok yang biasanya hanya RM 1500 (sekitar Rp 5,4 juta).
Tidak hanya itu, Pak Yeop juga memberikan bonus gaji ke-13 setiap akhir tahun dengan besaran yang setara dengan gaji bulanan. Dalam sebuah wawancara, Pak Yeop menjelaskan bahwa gaji dan bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras para karyawan yang harus menggoreng pisang sepanjang hari. Ia merasa bahwa para pekerjanya pantas mendapatkan imbalan yang layak karena mereka bekerja keras dengan penuh keringat.
“Melihat peluh mereka saat menggoreng pisang, mereka pantas mendapatkan penghargaan yang sesuai,” kata Pak Yeop. Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar karyawan di kedainya adalah kerabatnya sendiri, yang membuatnya lebih berkomitmen untuk memberikan gaji yang pantas.
Kisah Pak Yeop pun mendapat pujian luas dari netizen yang menganggapnya sebagai bos yang dermawan dan peduli pada kesejahteraan karyawan. Tak sedikit yang merasa terinspirasi oleh sikap murah hati Pak Yeop dalam memperlakukan pegawainya.
Sementara itu, kisah lain datang dari Sulastri, seorang TKW asal Indonesia yang bekerja di Taiwan. Meskipun pekerjaannya dianggap berat dan dipandang sebelah mata, Sulastri menerima gaji yang fantastis, sekitar Rp 19 juta per bulan, jauh melebihi gaji banyak pekerja di Indonesia, bahkan lebih tinggi dari gaji Utusan Khusus Presiden Indonesia yang baru dilantik, Raffi Ahmad. Sulastri bekerja mengisi air dalam ember besar untuk kebutuhan kebun, namun meskipun pekerjaan fisiknya sangat menantang, ia merasa bahagia bisa menikmati pemandangan indah di sekitar kebun tempat ia bekerja.
Kisah Sulastri dan Pak Yeop menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan perhatian terhadap karyawan, seseorang dapat mencapai kesejahteraan yang luar biasa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Sumber : msn.com
