Ketua Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS) Bengkulu, Ismail, menyoroti kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Seluma dan menantang Bupati Seluma untuk berdialog terbuka mengenai arah serta perencanaan pembangunan daerah. Foto/Dok: Ist
SELUMA, NEINEWS – Semangat gotong royong merupakan bagian penting dari nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia. Nilai tersebut tentu patut terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Namun, semangat gotong royong masyarakat tidak semestinya dijadikan alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan kewajiban dalam menyediakan pembangunan dan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kesatuan Mahasiswa Peduli Kebijakan Sosial (KMPKS) Bengkulu, Ismail, yang menyoroti kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Menurut Ismail, infrastruktur seperti jalan, jembatan dan fasilitas dasar lainnya merupakan akses vital yang menunjang aktivitas masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia mencontohkan kondisi yang terjadi di Desa Gunung Mesir. Menurutnya, semangat masyarakat dalam bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur seharusnya menjadi perhatian sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
“Jika pemerintah masih waras, apa yang dilakukan masyarakat, dalam hal ini Desa Gunung Mesir, sudah cukup untuk menampar muka pejabat daerah hari ini,” ujar Ismail kepada NEINEWS, Selasa (25/8/2026).
Ismail menegaskan, persoalan infrastruktur di Kabupaten Seluma bukan hanya terjadi di satu desa. Sejumlah wilayah lain seperti Ulu Alas, Ulu Talo, Lubuk Resam, Padang Capo dan daerah lainnya juga dinilai membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah harus memiliki perencanaan pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara merata, terutama untuk membuka akses antarwilayah dan meningkatkan konektivitas masyarakat terhadap pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan serta pelayanan pemerintahan.
“Ini baru satu contoh. Belum kalau kita berbicara soal pembangunan di Ulu Alas, Ulu Talo, Lubuk Resam, Padang Capo dan masih banyak lagi daerah di Seluma yang perlu diperhatikan secara khusus,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Ismail secara terbuka menantang Bupati Seluma, Teddy Rahman untuk melakukan dialog dan diskusi terbuka mengenai arah serta perencanaan pembangunan Kabupaten Seluma.
“Maka dari itu, saya selaku Ketua KMPKS Bengkulu menantang Bupati Seluma untuk berdialog dan berdiskusi secara terbuka. Kita bahas bersama bagaimana sebenarnya perencanaan pembangunan Kabupaten Seluma,” tegas Ismail.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan semangat gotong royong masyarakat, tetapi juga hadir melalui kebijakan, penganggaran dan pembangunan yang nyata.
Bagi KMPKS, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan merupakan hal positif. Namun, tanggung jawab pemerintah dalam memastikan tersedianya infrastruktur yang layak tetap tidak dapat dilepaskan dari kewenangan pemerintah daerah.
Hingga berita ini ditayangkan, NEINEWS masih berupaya meminta tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Seluma terkait kritik dan tantangan dialog terbuka yang disampaikan KMPKS Bengkulu tersebut.
Pewarta: Alfridho Ade Permana
