Pemprov Bengkulu Tekankan 9 Langkah Pengendalian Inflasi 2024

High Level Meeting TPID Provinsi Bengkulu
High Level Meeting TPID Provinsi Bengkulu

Bengkulu, Neinews.Org – Pemprov Bengkulu menekankan sembilan langkah pengendalian inflasi yang harus dilakukan oleh tim pengendalian inflasi daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota hingga akhir 2024.

“Pertama, setiap daerah harus melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap risiko cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi komoditas pangan strategis,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, di Bengkulu, Rabu.

Langkah monitoring dan antisipasi ini penting untuk menghindari gangguan pada rantai produksi dan distribusi pangan akibat cuaca ekstrem.

Kedua, TPID harus memantau stok pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dan kebutuhan pangan untuk Tahun Baru 2025.

Selanjutnya, mereka perlu menyampaikan laporan triwulanan dan laporan tahunan TPID untuk 2024, serta mempersiapkan program unggulan yang akan dilaporkan dalam laporan tahunan.

Selain itu, penting untuk menyusun peta jalan TPID 2025-2027 untuk Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota.

Keenam, mendorong setiap kabupaten/kota untuk menjalin kerja sama antar daerah (KAD) dan membentuk kios pangan bekerja sama dengan pedagang di pasar utama sebagai upaya pengendalian inflasi. Kios pangan ini akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan komoditas pangan dengan harga terjangkau serta menyerap produksi pertanian lokal.

Selanjutnya, perlu optimalisasi penggunaan BTT untuk pengendalian inflasi, serta identifikasi dan pencatatan penggunaan APBD untuk program pengendalian inflasi di setiap organisasi perangkat daerah.

Menurut data saat ini, inflasi di Provinsi Bengkulu sudah berada dalam kategori ideal, yaitu di kisaran target nasional 2,5 persen plus minus 1 persen (yoy). Pemprov Bengkulu menilai angka ini ideal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Provinsi Bengkulu berhasil mempertahankan deflasi selama tiga bulan berturut-turut dari Juni hingga Agustus 2024, yang menurunkan inflasi dari 3,71 persen (yoy) pada Mei 2024 menjadi 2,34 persen saat ini.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menyatakan bahwa menjaga angka inflasi tetap stabil hingga akhir tahun adalah prioritas. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan meliputi produksi pangan, cuaca, distribusi, dan pengawasan pasar agar tidak terjadi gejolak.

“Komoditas yang perlu diperhatikan adalah beras, karena fluktuasi harganya yang sulit diprediksi. Memastikan stabilitas harga beras sangat penting untuk menjaga inflasi sesuai target hingga akhir 2024,” tambahnya.

 

Sumber : antaranews.com

Exit mobile version