Agus Salim Klarifikasi Video Viral yang Diduga Tunjukkan Ia Bisa Melihat Setelah Penyiraman Air Keras

agus korban penyiraman air keras(suara.com)
agus korban penyiraman air keras(suara.com)

Jakarta, Neinews.Org –Salim, korban penyiraman air keras yang terjadi di Jakarta, akhirnya memberikan penjelasan terkait viralnya video yang menunjukkan dirinya dapat berdiri dan menutup pintu sendiri tanpa bantuan. Video ini sempat memicu kontroversi setelah muncul klaim bahwa Agus pura-pura buta.

Kejadian tersebut terjadi setelah Agus menerima bantuan sebesar Rp 50 juta dari Krisna Murti, yang kemudian menjadi sorotan publik. Dalam video tersebut, Agus terlihat berjalan dan menutup pintu rumahnya sendiri, yang memicu berbagai spekulasi dari warganet. Beberapa bahkan mempertanyakan kondisi penglihatan Agus, yang sebelumnya diketahui telah kehilangan sebagian besar penglihatannya akibat serangan air keras.

Menanggapi hal tersebut, Agus Salim yang didampingi oleh pengacara Farhat Abbas, menjelaskan bahwa aksinya menutup pintu sendiri adalah hal yang wajar mengingat ia tinggal di rumah kecil berukuran 3×3 meter. “Kalau di rumah kan sudah tahu jalurnya,” kata Agus saat ditemui di Rumah Sakit Mata JEC Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (11/11/2024).

Farhat Abbas juga menyampaikan komentar mengenai reaksi Denny Sumargo yang sempat ikut mengomentari kondisi Agus. Ia menganggap bahwa komentar Denny terkait kondisi Agus sebagai hal yang tidak perlu. “Memang ya orang kalau sudah ribut sama Farhat, ada-ada saja negatifnya. Nanti kalau sudah minta ampun baru bisa penilaiannya yang lurus,” kata Farhat.

Meskipun terlihat bisa bergerak tanpa bantuan, Agus menegaskan bahwa kondisinya tidak sepenuhnya membaik. “Penglihatan saya sudah hampir hilang seluruhnya, terutama mata kiri yang sudah 100 persen tidak bisa melihat,” jelasnya. Agus menambahkan bahwa meskipun mata kanannya masih bisa melihat cahaya dan warna, penglihatannya kini semakin kabur. “Sekarang sudah burem lagi, seperti biasa lagi aja,” tuturnya.

Agus juga berbicara mengenai potensi pengobatannya, yang menurut dokter sangat minim karena banyaknya syaraf yang rusak akibat serangan air keras. “Katanya sih sudah nggak ada, karena syaraf-syarafnya banyak yang lemah,” kata Agus.

Sementara itu, Farhat Abbas menjelaskan bahwa jika Agus ingin menggunakan mata palsu, ia perlu menjalani operasi untuk kontraksi kelopak mata, namun hal itu cukup sulit karena kerusakan pada otot dan dudukan mata kiri Agus yang sudah hancur.

Dalam kesempatan yang sama, Krisna Murti, seorang dermawan yang memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada Agus, menyatakan bahwa uang tersebut dimaksudkan untuk membantu biaya operasi mata Agus, mengingat BPJS tidak meng-cover biaya pengobatan karena Agus adalah korban kejahatan. “BPJS tidak meng-cover masalah Agus,” kata Krisna. “Agus harus segera operasi, tapi karena tidak ada dana, saya yang akan bantu,” lanjutnya.

Krisna juga menjelaskan bahwa meskipun ada masalah dengan pengelolaan uang donasi oleh Pratiwi Noviyanthi, ia tetap berkomitmen untuk mendukung proses operasi Agus Salim. “Tetap jalan operasinya Agus, meskipun uangnya oleh Novi tidak diserahkan,” ujar Krisna.

Agus sendiri sangat berterima kasih atas bantuan tersebut. “Senang banget lah akhirnya apa yang Agus cita-citakan tercapai juga,” ucap Agus sambil meneteskan air mata saat menerima bantuan. “Agus tidak bisa membalas apa-apa, semoga Allah yang membalas,” tambahnya dengan penuh haru.

Bantuan Rp 50 juta yang diterima Agus diharapkan dapat mempercepat proses pengobatan dan operasi matanya, meskipun situasi finansial masih menjadi tantangan besar bagi Agus dalam mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

.

 

Sumber : msn.com

Exit mobile version