Dikonfirmasi Soal Pengakuan Mahasiswi, Oknum Sekda Blokir Nomor Wartawan

Tangkapan Layar VCS Oknum Sekda. Foto/Dok: Ist

BENGKULU, NEINEWS — Oknum Sekretaris Daerah (Sekda) yang menjabat di salah satu pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu memblokir nomor telepon wartawan saat dikonfirmasi terkait pengakuan seorang mahasiswi di Jakarta mengenai dugaan komunikasi video call sex (VCS).

Dalam pengakuan terbaru yang diterima media ini, mahasiswi yang identitasnya minta dirahasiakan ini mengungkapkan bahwa oknum Sekda itu sebelumnya pernah menjanjikan akan membayarkan biaya kuliahnya dengan syarat rekaman video yang diklaim berkaitan dengan komunikasi keduanya tidak disebarluaskan.

Namun, menurut pengakuan mahasiswi ini, janji tersebut hingga kini belum juga direalisasikan.

“Dia janji kalau video itu tidak disebar, akan membayarkan uang kuliah saya. Tapi dia bohong, makanya saya angkat ini ke media biar dia tahu janjinya,” ungkap mahasiswi yang enggan disebutkan namanya kepada pewarta media ini, Sabtu (31/10/2026).

Ia mengaku memilih membawa persoalan tersebut ke media lantaran merasa kecewa terhadap janji yang sebelumnya disampaikan oleh oknum pejabat tersebut.

Sebelumnya, Neinews telah menerbitkan pemberitaan mengenai pengakuan seorang mahasiswi di Jakarta terkait dugaan komunikasi VCS dengan oknum Sekda di Bengkulu.

Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan upaya memperoleh keterangan dari seluruh pihak, pewarta Neinews kemudian berupaya menghubungi oknum Sekda yang disebut dalam pengakuan tersebut.

Konfirmasi dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai dugaan komunikasi VCS, klaim adanya janji pembayaran uang kuliah, serta tanggapan atas pengakuan mahasiswi tersebut.

Namun, upaya konfirmasi itu tidak mendapatkan respons. Bahkan, nomor telepon atau WhatsApp wartawan media ini diketahui telah diblokir sehingga komunikasi melalui nomor tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan maupun klarifikasi langsung dari oknum Sekda yang bersangkutan.

Pewarta: Ima SP Noya

Exit mobile version