Peletakan Batu Pertama Menandai Awal Pembangunan Rumah Sakit Bengkulu Tengah oleh Wamenkes, Prof. Dante Saksono Harbuwono didampingi Gubenur Bengkulu, Wakil Bupati Bengkulu Tengah dan Pejabat Terkait. Rabu, 5 Maret 2025. Foto/Dok: Ist
NEINEWS.ORG – Bengkulu Tengah bersiap menyambut babak baru dalam pelayanan kesehatan. Setelah sekian lama masyarakat harus menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan layanan medis yang memadai, kini harapan baru muncul.
Rabu (5/3), Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah bersama Kementerian Kesehatan RI resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Bengkulu Tengah. Inilah langkah nyata untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat, lebih lengkap, dan lebih baik bagi masyarakat.
Peletakan batu pertama menandai awal pembangunan rumah sakit ini, dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono.
Tak hanya dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga ikut mengawal proyek penting ini demi memastikan masyarakat Bengkulu Tengah tak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.
“Hari ini, kita memulai sesuatu yang besar untuk masyarakat Bengkulu Tengah. Dengan fasilitas yang memadai, layanan kesehatan akan semakin terjangkau dan mudah diakses. Targetnya, rumah sakit ini selesai pada Desember 2025, sehingga masyarakat tak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” ungkap Prof. Dante.
Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar untuk pembangunan infrastruktur rumah sakit ini. Tak hanya itu, tambahan Rp20 miliar juga dikucurkan untuk pengadaan alat kesehatan modern, termasuk MRI dan CT Scan, yang akan menjadi tulang punggung layanan medis canggih di daerah ini.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan. Baginya, rumah sakit ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kemajuan layanan kesehatan di Bengkulu Tengah.
“Alhamdulillah, ini adalah berkah bagi masyarakat kita. Tapi ingat, kita tidak ingin rumah sakit ini selalu penuh. Jagalah kesehatan, karena sehat itu lebih baik daripada harus berobat. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan,” ujarnya dengan penuh harap.
Namun, rumah sakit bukan hanya soal bangunan dan alat medis. Ada hal yang jauh lebih penting: keramahan dan kepedulian tenaga medis. Helmi Hasan pun mengingatkan, pelayanan kesehatan yang baik harus berlandaskan cinta dan kasih sayang.
“Pasien datang ke rumah sakit bukan hanya untuk diobati, tapi juga butuh perhatian. Jangan layani mereka dengan muka masam. Mari kita hadirkan pelayanan yang hangat dan penuh kepedulian,” pesannya.
Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Tarmizi, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini adalah jawaban atas keluhan warga yang selama ini harus berobat ke Kota Bengkulu karena keterbatasan fasilitas di daerah mereka.
“Pembangunan rumah sakit ini sangat penting bagi kami. Selama ini, banyak warga yang harus menempuh perjalanan jauh untuk berobat. Dengan adanya rumah sakit ini, layanan kesehatan bisa lebih dekat, lebih cepat, dan lebih mudah diakses,” ujar Tarmizi.
Bengkulu Tengah kini melangkah menuju masa depan yang lebih sehat. Pembangunan rumah sakit ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya. Kini, masyarakat hanya perlu menanti dan ikut menjaga agar fasilitas ini tetap terawat dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.
Editor: Alfridho Ade Permana
