Tsania Marwa merasa kecewa tidak bisa bertemu anak-anaknya, sementara Atalarik Syach menyatakan bahwa ketidakjelasan Tsania bisa membuatnya berisiko dipidana.

tsania-marwa (foto : tribunnews.com)
tsania-marwa (foto : tribunnews.com)

Bengkulu, Neinews.Org –Atalarik Syach mengungkapkan ketegasan dalam menanggapi mantan istrinya, Tsania Marwa, yang ingin bertemu dengan anak-anak mereka. Ia menjelaskan bahwa selama ini keinginan Tsania tidak jelas, dan karena itu, ia merasa tidak dapat sembarangan membiarkan Tsania masuk ke rumah, terutama mengingat mereka masih terlibat dalam proses hukum terkait hak asuh anak di pengadilan.

Dalam wawancaranya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Atalarik menyatakan, “Tidak bisa sembarangan mengizinkan dia ke rumah karena situasi ini sangat berisiko bagi saya.” Ia menekankan pentingnya untuk tidak mengambil keputusan yang sembrono, terutama yang dapat berimplikasi hukum. Ia merasa bahwa keputusan semacam itu harus diambil dengan hati-hati, mengingat konteks hukum yang sedang mereka hadapi.

Atalarik juga menyoroti bahwa apa yang diinginkan oleh Tsania selama ini tampak tidak konsisten dan tidak jelas, yang membuatnya sulit untuk mempercayai niatnya. “Saya tidak bisa begitu saja membebaskan anak-anak saya tanpa kejelasan dari pihaknya,” katanya, menambahkan bahwa situasi ini membuatnya merasa terjepit antara tanggung jawab sebagai orang tua dan masalah hukum yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Tsania Marwa, setelah berjuang selama tujuh tahun untuk mendapatkan hak asuh, menyatakan bahwa ia berusaha untuk mengikhlaskan keadaan. Ia menyebutkan bahwa saat ini ia tidak berencana untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut dan hanya berharap anak-anak mereka suatu hari nanti dapat memahami usahanya dalam memperjuangkan hak mereka. Meskipun menghadapi situasi yang sulit, Tsania tetap berpegang pada harapan bahwa anak-anak mereka akan menyadari semua upaya yang telah ia lakukan demi mereka.

Sumber : msn.com

Exit mobile version