Golkar Tanggapi Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Ilegal

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Foto/Dok: Ist-tribunnews

JAKARTA, NEINEWS — Partai Golkar angkat bicara menyikapi isu yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan ketua umum partai politik dalam praktik penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menanggapi informasi yang belum memiliki dasar verifikasi yang jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).

“Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” ujar Sarmuji Dilansir detik.com.

Dalam isu yang ramai diperbincangkan tersebut, nama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia turut dikaitkan dengan dugaan keterlibatan dalam penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Sarmuji menilai, tudingan yang beredar di media sosial tidak seharusnya langsung dipercaya, terlebih jika informasi tersebut tidak disertai bukti maupun fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengingatkan bahwa Bahlil sebelumnya pernah menjadi sasaran spekulasi dan tudingan di media sosial dalam persoalan berbeda.

Menurut Sarmuji, saat itu narasi yang berkembang seolah-olah mengarah kepada Ketua Umum Partai Golkar. Namun, setelah informasi tersebut berkembang dan ditelusuri, tudingan yang beredar ternyata tidak terbukti sebagaimana yang dispekulasikan.

Ia pun meminta publik mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya agar tidak kembali terjebak dalam informasi yang belum teruji kebenarannya.

“Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi,” tegasnya.

Sarmuji menambahkan, penyebaran informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya berpotensi merugikan pihak-pihak yang disebut dalam isu tersebut.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang di ruang publik, khususnya tudingan serius yang menyangkut nama pejabat negara maupun pimpinan partai politik.

Isu dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo sendiri menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, hingga pernyataan tersebut disampaikan, Sarmuji menegaskan informasi yang mengaitkan pimpinan Partai Golkar belum dapat diverifikasi kebenarannya.

Pewarta: Alfridho Ade Permana

Exit mobile version