Kepala BKAD Kabupaten Bengkulu Utara, Carles Jhonson, S.T., M.M. Foto/Dok: Ist- Target Berita
NEINEWS — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam menghadirkan tata kelola keuangan berbasis digital terus diperkuat. Melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemkab Bengkulu Utara melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Padang Pariaman pada Rabu, 10 Juni 2026.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata BKAD Bengkulu Utara untuk memodernisasi sistem administrasi dan pelayanan publik agar semakin transparan, efektif, serta akuntabel.
Fokus utama kunjungan kerja ini melingkupi pendalaman dua inovasi digital unggulan BPKD Padang Pariaman, yaitu e-PAD (Elektronik Pajak Asli Daerah) dan SiTAPAK (Sistem Tracking Administrasi Keperbendaharaan dan Akuntabilitas Keuangan).
Transformasi Digital untuk Optimalisasi PAD dan Layanan Real-Time
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor BPKD Padang Pariaman, rombongan BKAD Bengkulu Utara berkesempatan mendalami mekanisme kerja e-PAD. Aplikasi unggulan ini dirancang untuk memaksimalkan pengelolaan dan pemantauan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara presisi, akuntabel, dan transparan.
Tak hanya itu, inovasi SiTAPAK juga menarik perhatian besar. Sistem ini memberikan kemudahan bagi setiap perangkat daerah untuk memantau alur administrasi keperbendaharaan secara real-time. Kehadiran teknologi ini terbukti ampuh mempercepat proses pelayanan keperbendaharaan, memangkas birokrasi, serta memberikan kepastian informasi yang jelas bagi seluruh pengguna layanan.
Komitmen Pemkab Bengkulu Utara Hadirkan Layanan Keuangan Modern
Kepala BKAD Kabupaten Bengkulu Utara, Carles Jhonson, S.T., M.M., mengapresiasi kehangatan penerimaan serta keterbukaan BPKD Padang Pariaman dalam merangkul semangat kolaborasi dan berbagi pengalaman.
“Kunjungan studi tiru itu merupakan langkah strategis BKAD Bengkulu Utara dalam mempercepat digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Inovasi e-PAD dan SiTAPAK yang diterapkan BPKD Padang Pariaman sangat menginspirasi kami untuk terus melakukan pembenahan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi administrasi pencairan anggaran serta optimalisasi penerimaan PAD berbasis digital,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Carles Jhonson menambahkan bahwa penerapan teknologi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap proses keuangan daerah berjalan lebih cepat, terbuka, dan tepat sasaran demi kemajuan daerah.
Melalui kolaborasi antar-pemerintah daerah ini, BKAD Bengkulu Utara terus berbenah dan berinovasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta memberikan pelayanan publik terbaik bagi seluruh masyarakat Bengkulu Utara. (Adv)
Pewarta: Alfridho Ade Permana













