Jakarta, Neinews.Org –Masyarakat Melayu asli Pulau Rempang, Kota Batam, mengirimkan surat terbuka kepada Prabowo Subianto, Presiden Indonesia yang baru dilantik pada 20 Oktober 2024. Surat ini menegaskan tuntutan mereka agar Prabowo memperhatikan nasib masyarakat kecil yang terpinggirkan. Pembacaan surat dilakukan di Kampung Sembulang Hulu di hadapan perwakilan masyarakat setempat, tepat setelah Prabowo mengucapkan sumpah jabatan.
Koordinator Umum Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB), Ishak, menyatakan bahwa Pulau Rempang bukanlah tanah kosong, melainkan tempat yang dikelola masyarakat Melayu sejak 1831. Dalam surat tersebut, mereka mengajukan empat poin utama kepada Presiden: melindungi masyarakat adat di Pulau Rempang, mencabut status Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City, menghentikan penggusuran warga, dan memberikan perlindungan atas hak-hak konstitusional serta legalitas tanah yang telah mereka kelola.
Ishak berharap agar keluhan masyarakat dapat didengar oleh Presiden Prabowo, dan menekankan bahwa perjuangan mereka untuk mempertahankan ruang hidup akan terus berlanjut. Muhammad Aris, Koordinator Kampung Sembulang Hulu, menyatakan bahwa sejak isu Rempang Eco City muncul, kehidupan ekonomi masyarakat semakin sulit, dan mereka hidup dalam ketidakpastian. Aris menegaskan bahwa mereka ingin hidup damai dan berharap PSN Rempang Eco City dicabut.
Sumber : msn.com
