RSUD Tais Bangun NICU dan PICU, Perkuat Layanan Intensif Bayi dan Anak

Papan Proyek Pembangunan Gedung NICU dan PICU RSUD Tais, Kabupaten Seluma, yang bersumber dari DAK dan APBD Kabupaten Seluma Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai kontrak Rp 2,26 miliar. Foto: Dok/NEINEWS.

SELUMA, NEINEWS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais, Kabupaten Seluma, provinsi Bengkulu tengah membangun fasilitas pelayanan kesehatan khusus untuk menangani pasien bayi dan anak yang membutuhkan perawatan intensif.

Dua fasilitas yang dibangun tersebut yakni Gedung Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pembangunan keduanya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Seluma melalui RSUD Tais dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya terhadap kasus kegawatdaruratan pada bayi baru lahir dan pasien anak.

Berdasarkan informasi pada papan proyek di lokasi RSUD Tais, Kecamatan Seluma Timur, total nilai kontrak pembangunan kedua fasilitas tersebut mencapai Rp 2.260.490.000.

Anggaran pembangunan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kabupaten Seluma Tahun Anggaran 2026.

Direktur RSUD Tais, dr. Nurlaili Wenis, menyampaikan bahwa pembangunan NICU dan PICU merupakan langkah penting untuk memperkuat pelayanan rumah sakit, terutama dalam memberikan penanganan terhadap bayi dan anak yang membutuhkan pengawasan serta perawatan intensif.

“Pembangunan Gedung NICU dan PICU ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami bersama Pemerintah Kabupaten Seluma untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan bagi bayi dan anak,” ujar Nurlaili, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan intensif, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar Kabupaten Seluma untuk kasus-kasus tertentu.

“Dengan adanya fasilitas NICU dan PICU di RSUD Tais, kami berharap pelayanan terhadap bayi dan anak yang membutuhkan perawatan intensif dapat dilakukan lebih cepat dan optimal,” katanya.

Nurlaili menambahkan, keberadaan gedung baru nantinya perlu didukung dengan sumber daya manusia, peralatan medis serta sistem pelayanan yang sesuai dengan standar medis.

“Fasilitas ini nantinya juga harus didukung dengan sumber daya manusia, peralatan medis, serta standar pelayanan yang sesuai, sehingga keberadaannya benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pihak manajemen RSUD Tais juga menyatakan akan mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai dengan ketentuan dan target waktu yang telah ditetapkan.

“Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Seluma terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Tais,” pungkasnya.

Dua Gedung Dibangun Bersamaan

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lingkungan RSUD Tais, pembangunan Gedung NICU memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1.129.400.000.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV RR Karya Konstruksi dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 10 Juli 2026 hingga 6 Desember 2026.

Sementara itu, pembangunan Gedung PICU memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1.131.090.000.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Eka Jaya, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Jika dijumlahkan, nilai kedua paket pembangunan tersebut mencapai Rp 2.260.490.000.

Pembangunan NICU dan PICU menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan layanan RSUD Tais. NICU secara khusus diperuntukkan bagi bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif, sementara PICU ditujukan untuk pasien anak dengan kondisi yang membutuhkan pemantauan dan penanganan intensif.

Dengan dibangunnya kedua fasilitas tersebut, RSUD Tais diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kegawatdaruratan anak dan bayi di wilayah Kabupaten Seluma.

Namun, selain kesiapan bangunan, operasional fasilitas pelayanan intensif juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan kompeten, peralatan medis yang memadai serta sistem pelayanan dan rujukan yang terintegrasi.

Karena itu, pembangunan fisik gedung menjadi tahap awal yang perlu diikuti dengan kesiapan seluruh komponen pelayanan sebelum fasilitas tersebut nantinya digunakan secara penuh.

Hingga berita ini diterbitkan, proses pembangunan kedua gedung tersebut masih berlangsung sesuai masa pelaksanaan kontrak yang tercantum pada papan informasi proyek. (Adv)

Pewarta: Alfridho Ade Permana