PKBM Didorong Lebih Profesional, FK-PKBM Kota Bengkulu Gelar Diklat Kompetensi 2026

Penguatan tata kelola, akurasi data, hingga rapor pendidikan jadi sorotan utama peningkatan kualitas pendidikan nonformal

Diklat Peningkatan Kompetensi Lembaga Pendidikan Nonformal PKBM Kota Bengkulu Tahun 2026, Sabtu (18/04/2026). Foto/Dok: Ist-Neinews

NEINEWS, BENGKULU – Upaya memperkuat kualitas pendidikan nonformal terus didorong. Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Kota Bengkulu menggelar Diklat Peningkatan Kompetensi Lembaga Pendidikan Nonformal Tingkat Kota Bengkulu Tahun 2026, Sabtu (18/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di PKBM Permata Hati ini mengusung semangat “PKBM Berdaya”, sebagai dorongan agar lembaga pendidikan nonformal mampu bertransformasi menjadi lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, SH menegaskan bahwa penguatan kapasitas PKBM bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah dinamika dunia pendidikan saat ini.

“PKBM harus mampu menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman,” tegasnya saat membuka kegiatan.

Sorotan terhadap tata kelola lembaga juga mengemuka dalam kegiatan ini. Ketua FK-PKBM Kota Bengkulu, Rinto Siregar, SH., MH menilai masih diperlukan peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan PKBM, terutama dalam aspek manajemen dan inovasi program.

Menurutnya, diklat ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola agar tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu mengembangkan lembaga secara berkelanjutan.

Ketua Panitia, Apen Putra Utama, M.Pd menyebut kegiatan ini dirancang tidak sekadar seremonial, melainkan sebagai langkah konkret meningkatkan kompetensi pengelola dan tutor.

“Kami ingin peserta benar-benar membawa pulang pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di lembaga masing-masing,” ujarnya.

Sebanyak 33 PKBM se-Kota Bengkulu ambil bagian dalam kegiatan ini. Fokus utama pelatihan mencakup penguatan sistem administrasi dan pengelolaan data pendidikan yang selama ini kerap menjadi titik lemah lembaga nonformal.

Operator Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Novrita, SP memberikan materi terkait pengelolaan Dapodik dan manajemen kesetaraan. Ia menekankan pentingnya akurasi data sebagai fondasi utama dalam perencanaan dan evaluasi program pendidikan.

Sementara itu, operator Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Jefrinaldi, A.Md menggarisbawahi pentingnya penyusunan rapor pendidikan sebagai instrumen evaluasi mutu.

“Data yang rapi dan akurat menjadi kunci untuk membaca kondisi riil lembaga, sekaligus dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Melalui diklat ini, FK-PKBM Kota Bengkulu berharap seluruh PKBM tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga mampu membangun sistem pendidikan nonformal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Tema “PKBM Berdaya” pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi arah baru dalam mendorong kemandirian, inovasi, dan daya saing lembaga pendidikan nonformal di Kota Bengkulu. (**)

Editor: Alfridho Ade Permana