Kemenpar-Danantara Satukan Kekuatan, Investasi Pariwisata Nasional Diperkuat

Kementerian Pariwisata memperkuat sinergi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendorong investasi pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi destinasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Foto/Dok: Ist

JAKARTA, NEINEWS – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat sinergi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendorong investasi pariwisata yang tidak sekadar mengejar nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenpar menempatkan investasi berkualitas sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memperkuat kontribusi pariwisata terhadap perekonomian.

Melalui kerja sama dengan Danantara, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi aset dan peluang investasi di sektor pariwisata agar mampu menarik lebih banyak investor, termasuk investor global.

Kemenpar menilai pengembangan pariwisata ke depan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas fisik. Investasi harus diarahkan pada pengembangan destinasi yang memiliki daya tarik kuat, kualitas layanan, konektivitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Dorong Investasi yang Berdampak

Penguatan investasi pariwisata diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang mampu memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, ekonomi kreatif, kuliner, hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata berkualitas yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal dan peningkatan pengalaman wisatawan.

Kemenpar juga terus mendorong pengembangan destinasi prioritas dan destinasi regeneratif sebagai bagian dari strategi memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia.

Kolaborasi dengan Danantara diharapkan dapat membuka ruang investasi yang lebih terarah melalui pengelolaan aset dan pengembangan proyek-proyek strategis di sektor pariwisata.

Danantara Didorong Tarik Investor

Danantara memiliki posisi strategis dalam pengelolaan investasi dan optimalisasi aset negara. Sinergi dengan Kemenpar diharapkan mampu mempertemukan potensi aset dengan kebutuhan investasi di sektor pariwisata.

Investasi yang masuk diharapkan tidak berhenti pada pembangunan kawasan atau fasilitas wisata, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok pariwisata.

Salah satu contoh pengembangan kawasan yang mengintegrasikan pariwisata dengan sektor lain adalah KEK Sanur di Bali, yang menggabungkan potensi pariwisata dan kesehatan. Kawasan tersebut dirancang sebagai destinasi health and wellness berstandar internasional dan menjadi salah satu proyek yang menunjukkan peluang investasi lintas sektor.

Pariwisata Berkualitas Jadi Arah Baru

Kemenpar menegaskan investasi pariwisata ke depan harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan. Artinya, pertumbuhan jumlah wisatawan perlu diikuti dengan peningkatan lama tinggal, belanja wisatawan, kualitas layanan, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan agenda pengembangan pariwisata Indonesia yang menempatkan investasi hijau, ekonomi sirkular, dan pariwisata berkelanjutan sebagai bagian penting dari penguatan sektor pariwisata di kawasan Asia-Pasifik.

Dengan penguatan sinergi Kemenpar dan Danantara, pemerintah berharap investasi yang masuk ke sektor pariwisata mampu menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan pariwisata bukan hanya sebagai sektor penerima investasi, tetapi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Alfridho Ade Permana