Kontraktor Pastikan Proyek Jalan Kalimantan Sesuai Spesifikasi, Progres Capai 45 Persen

Dokumentasi Progres Pekerjaan Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Kalimantan, Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2026. Kamis, 5 November 2026. Foto/Dok: Ist-KJ

BENGKULU, NEINEWS — Menanggapi sorotan terhadap kualitas material agregat dalam proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Kalimantan, Kota Bengkulu, pihak kontraktor PT Kamajaya Adiguna menegaskan dan memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Direktur PT Kamajaya Adiguna, Trisnanto, memastikan mutu agregat yang digunakan dalam pekerjaan tersebut telah memenuhi standar. Ia juga menyampaikan bahwa pengawasan dan pemeriksaan oleh konsultan pengawas terus dilakukan guna menjamin kualitas material serta mutu hasil pekerjaan di lapangan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Trisnanto saat diwawancarai NEINEWS di kantornya, Kamis (5/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa progres pengerjaan proyek saat ini telah mencapai sekitar 45 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Menurut Trisnanto, sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan, terutama pekerjaan pelebaran badan jalan.

“Untuk pengerjaan sampai saat ini, yang sudah kita kerjakan adalah pelebaran. Kuantitasnya sudah sekitar 1,5 sekian. Lebar 1,8 meter sudah selesai sampai ke base A. Insyaallah, mudah-mudahan dalam minggu ini atau paling lambat awal minggu depan, jika tidak ada kendala, kita sudah bisa melakukan pekerjaan berikutnya,” ujarnya.

Trisnanto menerangkan, pekerjaan pada bagian raising grade atau peninggian badan jalan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2026). Selain itu, pekerjaan drainase menggunakan konstruksi U-Ditch juga mulai dikerjakan pada waktu yang sama.

Direktur PT Kamajaya Adiguna, Trisnanto saat diwawancarai di kantornya, Kamis (5/11/2026). Foto/Dok: Ist-Neinews

“Untuk raising grade-nya, Sabtu besok kita sudah mulai ke base A. Kemudian pekerjaan drainase U-Ditch juga mulai Sabtu. Jadi, pada bagian sepanjang 500 meter raising grade tersebut terdapat pekerjaan U-Ditch,” jelasnya.

Lebih lanjut, Trisnanto menjelaskan bahwa komponen pekerjaan yang cukup dominan dalam proyek tersebut adalah pengaspalan. Pada bagian peninggian badan jalan, terdapat dua lapisan aspal, yakni Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).

Penerapan dua lapisan tersebut juga dilakukan pada bagian pelebaran jalan. Sementara itu, pada bagian badan jalan lama atau existing, pengaspalan dilakukan menggunakan satu lapisan AC-WC.

“Untuk item pekerjaan secara keseluruhan, yang relatif lebih dominan adalah pekerjaan aspal. Pada bagian peninggian ada dua lapis, yaitu AC-BC dan AC-WC. Di bagian pelebaran juga sama, dua lapis. Sedangkan pada aspal lama atau existing, dilakukan satu lapis AC-WC,” paparnya.

Ia menambahkan, panjang keseluruhan penanganan jalan dalam proyek tersebut mencapai 1,975 kilometer atau hampir dua kilometer. Sementara panjang pekerjaan raising grade sekitar 350 meter.

Adapun titik nol atau awal pekerjaan berada setelah Jembatan Kembar Kota Bengkulu, tepatnya setelah kawasan Kampung Bali.

Dengan progres yang telah mencapai 45 persen, pihak kontraktor optimistis seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, yakni Desember 2026.

Kontraktor Tanggapi Sorotan Kualitas Agregat

Sebelumnya, NEINEWS telah menerbitkan pemberitaan berjudul “Rekonstruksi Jalan Kalimantan Disorot, Kualitas Agregat Dinilai Langgar Ketentuan”. Pemberitaan tersebut menyoroti dugaan persoalan kualitas material agregat yang digunakan dalam pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Ketua LSM Cahaya Bengkulu, Sahral Mulyadi, menyoroti dugaan material koral bercampur tanah dan meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap kualitas material yang digunakan.

Atas sorotan tersebut, pihak kontraktor melalui Direktur PT Kamajaya Adiguna, Trisnanto, memberikan klarifikasi bahwa mutu agregat telah memenuhi standar dan pelaksanaan pekerjaan mengacu pada spesifikasi teknis.

Pengujian Material dan Pengawasan Teknis Pekerjaan Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Kalimantan, Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2026. Foto/Dok: Ist-KJ

Pengujian material dan pengawasan teknis untuk memastikan seluruh pekerjaan benar-benar memenuhi persyaratan kontrak terus dilakukan. Konsultan pengawas dan Dinas PUPR sebagai pihak terkait terus memonitoring proyek tersebut untuk memastikan kualitas pekerjaan sejak tahapan pelaksanaan hingga selesai.

NEINEWS akan terus memantau perkembangan proyek tersebut, termasuk progres fisik, kualitas material, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Pemberitaan ini merupakan bagian dari komitmen NEINEWS dalam memberikan ruang hak jawab kepada pihak terkait sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran publik.

Pewarta: Alfridho Ade Permana