Arian Sosial Optimistis Gertam Dongkrak Produksi Padi Seluma

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, SP., M.Si. Foto/Dok: Ist-Neinews-Alfridho AP.

NEINEWS, SELUMA – Pemerintah Kabupaten Seluma terus mengakselerasi upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui Dinas Pertanian, Gerakan Tanam Serentak (Gertam) digelar sebagai langkah strategis untuk mempercepat capaian Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus meningkatkan produksi padi di Bumi Serasan Seijoan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026) kemarin dipelopori Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu bersama jajaran penyuluh pertanian se-Kabupaten Seluma melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa. Gerakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman sehingga target produksi padi tahun 2026 dapat tercapai.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, SP., M.Si, menegaskan bahwa percepatan Luas Tambah Tanam merupakan program prioritas yang harus mendapat dukungan seluruh pihak, mulai dari penyuluh pertanian, pemerintah desa, kelompok tani, TNI, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Seluma melalui Dinas Pertanian bersama BRMP Bengkulu, penyuluh pertanian, Babinsa, pemerintah kecamatan, dan kelompok tani melaksanakan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) menggunakan sistem Antabela sebagai upaya mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) dan mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Kepala Dinas Pertanian Seluma, Arian Sosial, menegaskan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan daerah. (Ist/NEINEWS)

“Gerakan Tanam Serentak ini merupakan upaya nyata mempercepat Luas Tambah Tanam sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Kami ingin seluruh potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga produksi padi di Kabupaten Seluma terus meningkat,” ujar Arian.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya mengejar target luas tanam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Pada pelaksanaannya, petani menerapkan sistem Antabela (Tanam Benih Langsung), yakni metode menanam benih langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian. Pola tanam ini dinilai lebih efisien karena mampu mempercepat proses budidaya sekaligus memangkas waktu menuju masa panen.

“Dengan pola tanam Antabela, petani dapat menghemat waktu, mempercepat pertumbuhan tanaman, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani. Harapan kami produktivitas padi juga ikut meningkat,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Seluma melalui Dinas Pertanian bersama BRMP Bengkulu, penyuluh pertanian, Babinsa, pemerintah kecamatan, dan kelompok tani melaksanakan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) menggunakan sistem Antabela sebagai upaya mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) dan mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Kepala Dinas Pertanian Seluma, Arian Sosial, menegaskan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan daerah. (Ist/NEINEWS)

Gerakan Tanam Serentak melibatkan BRMP Bengkulu, penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, pemerintah kecamatan, serta kelompok tani yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Seluma.

Program tersebut juga merupakan kelanjutan dari berbagai upaya percepatan tanam yang telah dijalankan di sejumlah wilayah, termasuk melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan pemanfaatan lahan Corporate Social Responsibility (CSR).

Dinas Pertanian Kabupaten Seluma meyakini sinergi lintas sektor menjadi faktor utama dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Selain mendorong percepatan Luas Tambah Tanam, pemerintah daerah juga terus meningkatkan produktivitas sawah melalui pendampingan intensif kepada petani, penggunaan benih unggul, serta penerapan teknologi budidaya pertanian yang lebih modern.

Arian optimistis Kabupaten Seluma mampu menjadi salah satu daerah penyangga produksi beras di Provinsi Bengkulu apabila semangat gotong royong seluruh pihak terus terjaga.

“Kami optimistis, apabila seluruh pihak bergerak bersama, target peningkatan produksi padi dapat tercapai. Ini bukan hanya tentang menanam padi, tetapi juga menjaga ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Ia juga mengajak para petani memanfaatkan momentum musim tanam dengan sebaik-baiknya serta terus mengikuti pendampingan teknis yang diberikan penyuluh pertanian agar hasil panen semakin optimal.

“Semoga Gerakan Tanam Serentak ini menjadi langkah awal yang baik dalam meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan membawa kesejahteraan bagi para petani di Kabupaten Seluma,” pungkas Arian.

Editor: Alfridho Ade Permana