Rumah Sakit Universitas Bengkulu. Foto/Dok: Ist-Neinews
BENGKULU, NEINEWS – Klaim vendor mengenai pembayaran material yang belum diselesaikan dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Bengkulu (RS UNIB) belum mendapat penjelasan substantif dari pihak Project Manager (PM) Adhi Karya. Saat dikonfirmasi pewarta, Ia justru mempertanyakan pemberitaan yang telah lebih dahulu ditayangkan.
“Maksudnya gimana ini pak?, Kan Bapak Tayang duluan??? Harusnya ini bapak lakukan sebelum tayang kan?,” tulis PM Adhi Karya dalam balasan pesan WhatsApp kepada pewarta Neinews saat dikonfirmasi pada Minggu (18/10/2026).
Balasan tersebut menjadi respons PM Adhi Karya ketika pewarta meminta klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai klaim vendor yang menyebut pembayaran material dalam proyek RS UNIB belum dilunasi.
Namun, respons itu belum menjawab pokok persoalan yang ditanyakan, yakni apakah benar terdapat tagihan material yang belum dibayarkan, bagaimana status penyelesaiannya, serta apa penjelasan pihak pelaksana proyek atas klaim vendor tersebut.
Upaya konfirmasi dilakukan untuk mendapatkan penjelasan langsung dari pihak yang berkompeten, sekaligus memastikan informasi mengenai tunggakan pembayaran material tidak hanya bersumber dari satu pihak.
Pewarta Neinews meminta klarifikasi agar pihak Adhi Karya dapat menjelaskan duduk persoalan berdasarkan dokumen dan fakta yang dimiliki perusahaan. Akan tetapi, balasan PM lebih menyoroti waktu pemberitaan ditayangkan, bukan menjawab substansi persoalan pembayaran yang dikonfirmasi.
Persoalan ini menjadi perhatian karena pembangunan RS UNIB telah rampung dan diresmikan pada Jumat (29/8/2025). Di tengah rampungnya proyek fisik tersebut, klaim vendor mengenai pembayaran material yang belum diselesaikan memerlukan kejelasan dari pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, pokok pertanyaan mengenai status pembayaran material dalam proyek pembangunan RS UNIB tersebut belum mendapatkan jawaban substantif dari PM Adhi Karya.
Pewarta: Alfridho Ade Permana










