Kemenperin Bantu IKM Tembus Pasar IKEA Lewat Program “Teras Indonesia”

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita. Foto/Dok: Ist

Neinews.org, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong daya saing industri kecil dan menengah (IKM) dengan membuka akses pasar yang lebih luas. Salah satu langkah strategisnya adalah menggandeng PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia) dalam program “Teras Indonesia”—sebuah inisiatif yang menghadirkan produk unggulan IKM di gerai IKEA di Indonesia.

Lewat program ini, IKM terpilih akan mendapatkan booth gratis untuk memamerkan dan menjual produk mereka di toko IKEA. Lebih menarik lagi, IKEA tidak mengambil komisi dari penjualan, sehingga seluruh keuntungan tetap menjadi milik pelaku IKM. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan pelatihan visual merchandising agar produk yang dipajang semakin menarik di mata konsumen.

“Kemitraan ini sudah resmi berjalan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman pada 2 Desember 2024,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/2/2025).

Menurut Reni, kerja sama ini berlangsung selama empat tahun. Sebagai langkah awal, sebanyak 21 IKM binaan Kemenperin telah terpilih untuk menjual produknya di enam gerai IKEA mulai 3 Maret 2025. Keenam gerai tersebut meliputi IKEA Alam Sutera, IKEA Sentul City, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Mal Taman Anggrek, IKEA Ciputra World Surabaya, dan IKEA Bali.

“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan. Sebanyak 21 IKM binaan Ditjen IKMA akan difasilitasi oleh Teras Indonesia–IKEA dalam tahap awal ini,” ujar Reni.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan IKEA terhadap produk lokal yang memiliki kualitas bersaing. “Ini bukti bahwa produk IKM kita tidak kalah dengan brand global,” tambahnya.


Syarat Ketat, Manfaat Besar

Untuk bisa lolos ke program ini, pelaku IKM harus memenuhi sejumlah persyaratan. Mereka harus memiliki legalitas usaha, menyediakan opsi pembayaran QRIS, menjamin ketersediaan stok selama satu bulan, serta memiliki nilai tambah atau cerita unik di balik produk mereka.

“Harapan kami, pengunjung IKEA bisa mengenal lebih dalam tentang produk lokal berkualitas dan tertarik untuk membeli. Jika ini berhasil, dampaknya bukan hanya bagi IKM, tetapi juga bagi ekonomi lokal,” terang Reni.

Proses seleksi dimulai dengan sosialisasi daring pada 11 Februari 2025 yang disambut dengan antusiasme tinggi. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, turut mengingatkan para pelaku IKM agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Jangan takut berinovasi, ikuti tren pasar, bangun branding yang kuat, dan manfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen lebih luas,” pesannya.

Budi menegaskan bahwa Ditjen IKMA akan terus mendukung keberlanjutan program ini agar lebih banyak IKM yang bisa menembus pasar ritel modern. “Tujuan utama kami adalah memastikan IKM lokal bisa berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas,” pungkasnya.

Siaran Pers Kemenperin

Editor: Alfridho Ade Permana