Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto Panen Raya Jagung di Dusun Kandasan, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2023). Foto/Dok: Ist-Polri
NEINEWS, Bengkayang — Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program swasembada jagung nasional. Dengan menggandeng Kementerian Pertanian dan para petani lokal, Polri tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga ambil bagian dalam agenda strategis kedaulatan pangan.
Komitmen itu ditegaskan oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo, selaku Pengawas Gugus Tugas Ketahanan Pangan, saat menghadiri panen raya jagung di Dusun Kandasan, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2023).
“Sesuai arahan Menteri Pertanian dan Kapolri, kami melaksanakan panen raya di lahan seluas 440 ribu hektare dengan estimasi produksi lebih dari satu juta ton. Ini adalah langkah nyata menuju swasembada jagung,” ujar Komjen Dedi.
Dorong Produksi Nasional, Jaga Ekosistem Pertanian
Komjen Dedi menyebutkan bahwa hingga pertengahan 2025, produksi jagung nasional meningkat 39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan pendampingan langsung kepada petani di lapangan.
“Polri mendukung target Kementan untuk mencapai produksi 4 juta ton tahun ini. Dan dengan tren saat ini, kami optimistis angka itu bisa dicapai,” katanya.
Polri tidak hanya menjaga distribusi dan keamanan pangan, tetapi juga aktif membina petani, mendampingi proses tanam-panen, hingga memastikan ekosistem pertanian tetap sehat dan berdaya saing.
Pemerintah Dorong Ekspor, Petani Diuntungkan
Menteri Perdagangan Budi Santoso yang turut hadir menyampaikan bahwa Indonesia saat ini mengalami surplus jagung. Fokus ke depan, kata dia, adalah memastikan ekspor berjalan lancar dan harga beli petani tetap menguntungkan.
“Kita dorong ekspor agar hasil panen terserap baik, petani semangat, dan harga tetap stabil. Ini bukan hanya soal produksi, tapi soal keberlanjutan,” kata Budi.
Ekspor Jagung dan Misi Lumbung Pangan Dunia
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa tren permintaan jagung dari luar negeri terus meningkat. Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina membuka pintu lebar bagi jagung Indonesia.
“Malaysia saja minta 240 ribu ton per tahun. Ini peluang besar dan bukti bahwa pertanian kita tidak hanya sanggup memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga dunia,” ujar Amran.
Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Produksi, Tapi Kedaulatan
Langkah Polri dalam mendampingi petani dan menjaga rantai pasok pangan bukan sekadar peran tambahan. Ia mencerminkan arah baru negara dalam mengamankan pangan sebagai pilar kedaulatan. Bagi pemerintah, swasembada jagung bukan target statistik, tapi jalan strategis menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Dengan sinergi antarlembaga, dari aparat hingga kementerian teknis, Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dicapai lewat kerja bersama berbasis desa, ditopang negara.
Editor: Alfridho Ade Permana













