Dedy Wahyudi Paparkan Inovasi Super Apps Bengkulu di Forum Lemhannas

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan rencana aksi pengembangan Super Apps “Ado Galo” sebagai sistem layanan publik terintegrasi saat menjadi Keynote Speaker pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III di Lemhannas RI. Inovasi tersebut disiapkan untuk mempermudah akses layanan masyarakat melalui satu aplikasi digital. Foto/Dok: Ist-MC

JAKARTA, NEINEWS – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan rencana aksi pengembangan Super Apps “Ado Galo” dalam forum Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Kehadirannya sebagai Keynote Speaker sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas inovasi digital yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bengkulu.

Dedy diundang secara khusus setelah dinobatkan sebagai lulusan terbaik KPPD Angkatan III bersama sejumlah kepala daerah lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam paparannya di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, serta para kepala daerah peserta KPPD, Dedy menjelaskan konsep digitalisasi pelayanan publik melalui satu aplikasi terintegrasi yang diberi nama “Ado Galo”.

Menurutnya, selama ini hampir setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki aplikasi pelayanan masing-masing. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat karena harus mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah.

“Solusinya kita buat satu aplikasi yang menggabungkan semuanya. Mau lapor jalan rusak bisa dari sini, mengurus administrasi, pembayaran, hingga berbagai layanan publik cukup melalui satu aplikasi,” jelas Dedy dikutip MC, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan ide pengembangan Super Apps tersebut muncul setelah mempelajari implementasi layanan digital di Singapura saat mengikuti kegiatan yang difasilitasi Lemhannas.

Saat ini, lanjut Dedy, aplikasi “Ado Galo” masih berada pada tahap finalisasi, termasuk penguatan sistem keamanan siber serta penyempurnaan berbagai fitur pendukung.

Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan aplikasi tersebut mulai diluncurkan secara resmi pada Agustus 2026 sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai layanan publik yang terintegrasi dalam satu platform digital.

Menurut Dedy, kehadiran Super Apps diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.

Gagasan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Apabila implementasinya berjalan sesuai rencana dan berhasil diterapkan di Kota Bengkulu, konsep Super Apps itu berpotensi menjadi model digitalisasi pelayanan publik yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

“Jika ini sukses, Pak Wamen meminta saya mempresentasikannya secara khusus. Bahkan akan dibagikan ke seluruh daerah se-Indonesia,” ungkap Dedy optimistis.

Melalui pengembangan Super Apps “Ado Galo”, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. (MC)

Editor: Alfridho Ade Permana