Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melirik potensi Kabupaten Bengkulu Tengah untuk menjalin kerja sama internasional dan menarik investasi luar negeri. Melalui program asistensi, Kemendagri akan memetakan potensi unggulan daerah sebagai dasar membangun kemitraan global. Bupati Rachmat Riyanto menyambut baik langkah tersebut dan berharap kerja sama yang terjalin mampu membuka peluang investasi, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto/Dok: Ist-MC
BENGKULU TENGAH, NEINEWS – Kabupaten Bengkulu Tengah kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia melihat daerah ini memiliki peluang besar untuk menjalin kerja sama internasional sekaligus menarik investasi luar negeri melalui optimalisasi berbagai potensi unggulan yang dimiliki.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Asistensi dan Peningkatan Program Daerah Binaan dalam Pelaksanaan Kerja Sama Daerah yang dipimpin Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Fasker) Sekretariat Jenderal Kemendagri RI, Ahmad Fajri, S.H., M.H., di Pendopo Bukit Kandis, Selasa (4/8/2026).
Rombongan Kemendagri disambut langsung oleh Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah.
Program asistensi tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendagri memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola kerja sama secara profesional, mulai dari penguatan sinergi antarlembaga, penyusunan dokumen kerja sama, hingga optimalisasi potensi daerah sebagai daya tarik investasi dan kemitraan strategis.
Dalam paparannya, Ahmad Fajri menegaskan bahwa Bengkulu Tengah memiliki sejumlah potensi yang layak ditawarkan kepada mitra internasional. Karena itu, tahap awal yang akan dilakukan adalah memetakan seluruh potensi daerah yang memiliki peluang untuk dikerjasamakan dengan pihak luar negeri.
“Kami akan memetakan terlebih dahulu potensi-potensi yang dimiliki Kabupaten Bengkulu Tengah yang berpeluang untuk dikerjasamakan dengan mitra di luar negeri. Kesamaan kepentingan dan potensi yang dimiliki menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama. Salah satu yang dapat didorong adalah dukungan terhadap pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah melalui investor maupun pihak-pihak terkait dari luar negeri,” ujar Ahmad Fajri.
Menurutnya, kerja sama internasional tidak hanya difokuskan pada investasi, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai sektor yang mampu mendorong percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyambut positif perhatian yang diberikan Kemendagri. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari Kemendagri. Besar harapan kami, kunjungan ini menjadi pintu masuk bagi Bengkulu Tengah untuk memperluas jejaring kerja sama, menarik investasi, serta menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Rachmat Riyanto.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah siap berkolaborasi dengan Kemendagri dalam mengidentifikasi berbagai potensi unggulan yang dapat dikembangkan melalui skema kerja sama daerah.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan Kemendagri menjadi bekal penting dalam memperkuat tata kelola kerja sama daerah sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu Tengah.
“Dengan asistensi ini kami optimistis Bengkulu Tengah akan semakin siap membangun kemitraan yang produktif, membuka peluang investasi, serta mewujudkan Kabupaten Bengkulu Tengah yang maju, bahagia, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui pendampingan tersebut, Bengkulu Tengah diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang aktif membangun kemitraan internasional berbasis potensi lokal. Langkah ini sekaligus membuka peluang masuknya investasi baru yang dapat mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global. (MC)
Editor: Alfridho Ade Permana













