“Tak Dapat Melanjutkan Sekolah, Anak Polisi yang Mengaku Dianiaya Guru Supriyani Mengalami Trauma Mental, Curhat kepada Ibu.”

anak korban bully (cirebon.tribunnews.com)
anak korban bully (cirebon.tribunnews.com)

Jakarta, Neinews.Org –Anak dari Aipda Wibowo Hasyim, yang mengaku dianiaya oleh guru Supriyani, kini tidak dapat melanjutkan sekolah dan mengalami masalah mental. Ia bertanya kepada ibunya mengapa ia tidak bisa bersekolah, meskipun seharusnya ia belajar di kelas 1 SD.

Asosiasi guru di Kecamatan Baito, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, telah mendukung Supriyani dan menerbitkan ultimatum yang meminta semua sekolah menolak D dan para saksi. Dalam surat yang dikeluarkan, dinyatakan bahwa siswa yang dianggap bermasalah harus dikembalikan kepada orang tua mereka dan dikeluarkan dari sekolah.

Akibat surat tersebut, nasib D kini terancam dan keluarganya merasa ada penolakan dari PGRI Kecamatan. Ibu D, Fitriani Nur, mengungkapkan bahwa meskipun secara fisik anaknya sehat, kondisi mentalnya terganggu setelah peristiwa tersebut.

D sering kali bertanya tentang keadaannya dan merasa bingung mengapa banyak orang terlibat dan mengapa ia tidak bersekolah. Fitriani terpaksa berbohong menjelaskan bahwa D tidak sekolah karena libur, meskipun D curiga karena melihat kalender di ponselnya.

Aipda Wibowo Hasyim mengungkapkan bahwa ia menemukan luka di tubuh D saat memandikannya dan menduga itu adalah bekas pukulan. D sebelumnya tidak mengeluh, namun setelah didesak, ia mengaku dianiaya oleh Supriyani.

Setelah kejadian, meskipun sempat ada mediasi, Supriyani mengingkari pengakuannya yang awalnya diakui di depan polisi. Saat ini, kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh Aipda Wibowo Hasyim masih berlangsung di pengadilan.

 

Sumber : msn.com