Bengkulu Selatan, Neinews.Org – Terus melonjak harga ayam potong yang ada di pasar tradisional Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, telah mengalami kenaikan hingga Rp 45 ribu per kilogram dalam tiga minggu terakhir.
Diketahui di Pasar Ampera menunjukkan bahwa lonjakan harga ini disebabkan oleh habisnya stok ayam potong di Bengkulu Selatan, yang membuat para penjual terpaksa mengambil pasokan dari daerah lain.
“Naiknya harga ini disebabkan stok ayam di Manna kosong, sehingga kami harus mengambil ayam dari daerah jauh seperti Lampung, Lahat, dan Kota Bengkulu,” kata Monik (49), seorang penjual ayam di Pasar Ampera, pada Rabu (30/10/2024).
Monik menambahkan bahwa sebelumnya, harga ayam potong berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, dan bahkan bisa turun hingga Rp 28 ribu per kilogram saat stok melimpah.
“Harga ayam itu memang fluktuatif, tetapi biasanya tidak jauh dari harga normal, paling naik turun sekitar Rp 2 ribu. Namun, saat ini kenaikannya sangat signifikan karena kami tidak memiliki stok ayam,” jelasnya.
Monik berharap agar pasokan ayam potong di Bengkulu Selatan bisa segera pulih, sehingga harga dapat kembali stabil seperti biasanya dan tidak mengurangi jumlah pembeli.
“Kami berharap stok ayam di daerah ini tersedia lagi, sehingga kami tidak perlu mengambil dari luar daerah yang tentunya memerlukan modal lebih besar dan menyebabkan harga jual ayam menjadi lebih tinggi,” ungkap Monik.
Sumber : bengkulu.tribunnews.com







