Kepala Dukcapil Kota Bengkulu, Drs. Widodo. Foto/Dok: Ist
Neinews.org, BENGKULU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan administrasi Kependudukan (Adminduk) agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Berbagai program pelayanan akan tetap dijalankan secara berkelanjutan, termasuk perekaman identitas bagi remaja yang memasuki usia 17 tahun, warga lanjut usia, serta penyandang disabilitas mental (ODGJ).
Kepala Dukcapil Kota Bengkulu, Drs. Widodo, mengatakan bahwa salah satu bentuk nyata dari program Dukcapil adalah program jemput bola, yaitu perekaman KTP elektronik bagi siswa yang telah memasuki usia 17 tahun.
Dengan mengunjungi sekolah-sekolah, Disdukcapil memastikan para siswa mendapatkan KTP mereka tanpa harus datang ke kantor Dukcapil, sehingga lebih praktis dan efisien.
“Kami mendatangi sekolah-sekolah untuk merekam data KTP elektronik bagi siswa yang berusia 17 tahun atau akan segera mencapainya. Ini agar mereka segera memiliki identitas resmi tanpa harus datang ke kantor Dukcapil, hal ini agar anak-anak itu juga merasakan manfaatnya,” ujar Widodo, Senin (10/02/2025).
Selain itu, Disdukcapil Kota Bengkulu terus menjalankan program andalan lainnya, yakni Six in One dan Three in One, yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.
Program Six in One dirancang untuk pasangan yang baru menikah dengan penyediaan dokumen secara otomatis, mencakup pembaruan Kartu Keluarga (KK), KTP, perubahan status perkawinan, perubahan alamat, serta pembaruan KK bagi orang tua kedua mempelai.
Program Three in One diselaraskan dengan tradisi masyarakat Bengkulu yang menggelar takziah selama tiga malam berturut-turut.
Pada malam ketiga, pemerintah daerah yang dibersamai oleh Sekda, Walikota, Kepala OPD, Camat, dan Lurah hadir untuk menyerahkan dokumen kependudukan yang telah diperbarui, seperti akta kematian, perubahan KK, dan KTP bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Itu adalah agenda rutin yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini karena masyarakat sudah langsung bisa merasakan manfaatnya. Seperti contoh program Six in One ini, kami berupaya memastikan layanan ini berjalan dengan baik dan membantu masyarakat secara cepat tanpa prosedur yang rumit,” terangnya.
Dengan hadirnya layanan yang lebih praktis dan responsif, Disdukcapil Kota Bengkulu berharap masyarakat semakin terbantu dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa hambatan berarti.
Langkah ini juga mendukung efektivitas pelayanan publik yang lebih baik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kerja sama lurah, RT, KUA, dan para pejabat, karena tanpa keterlibatan langsung pemimpin, program dan inovasi pelayanan publik ini hanya sebatas konsep berkelanjutan,” pungkas Widodo. (Adv)













