KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, Enam Koper Dibawa dari Lokasi

Suasana di kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu, Sabtu (25/7/2026) dini hari saat penggeledahan oleh tim penyidik KPK. Sedikitnya enam koper dibawa keluar dari lokasi usai penggeledahan yang berlangsung sekitar tujuh jam. Hingga kini KPK belum memberikan keterangan resmi terkait perkara yang ditangani. Foto/Dok: Ist- NEINEWS

BENGKULU, NEINEWS – Informasi mengenai dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Bengkulu terus berkembang. Namun hingga Sabtu (25/7/2026), belum ada keterangan resmi dari KPK yang membenarkan adanya operasi tangkap tangan maupun penetapan pihak tertentu dalam perkara tersebut.

Di tengah minimnya informasi resmi, beredar sejumlah nama yang disebut-sebut berkaitan dengan kegiatan penindakan KPK. Nama-nama tersebut masing-masing berinisial No yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Mu yang disebut sebagai kontraktor, De yang merupakan anggota DPRD Kota Bengkulu, serta Sa yang juga disebut berprofesi sebagai kontraktor.

Meski demikian, sumber yang diperoleh NEINEWS membantah informasi yang mengaitkan dua nama, yakni No dan De, dengan dugaan OTT tersebut. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari KPK mengenai identitas pihak-pihak yang diperiksa maupun status hukum mereka.

Sementara itu, tim penyidik KPK diketahui melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Rumah tersebut diketahui merupakan kediaman Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman.

Berdasarkan pantauan NEINEWS di lokasi, penggeledahan berlangsung sekitar tujuh jam, dimulai pada Jumat (24/7/2026) pukul 21.00 WIB hingga Sabtu dini hari sekitar pukul 03.48 WIB.

Usai penggeledahan, tim penyidik terlihat membawa sedikitnya enam koper yang dimasukkan ke dalam tiga kendaraan sebelum meninggalkan lokasi. Hingga saat ini belum diketahui isi koper tersebut maupun kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani, karena KPK belum memberikan penjelasan resmi.

Sejumlah awak media yang menunggu di lokasi sejak malam hari juga tidak memperoleh keterangan dari penyidik. Rombongan KPK langsung meninggalkan lokasi setelah seluruh barang dimasukkan ke dalam kendaraan.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi terkait kabar dugaan OTT di Bengkulu menyampaikan bahwa pihaknya belum memperoleh informasi mengenai hal tersebut.

“Sampai dengan saat ini tidak ada informasi tersebut,” ujar Budi.

Hingga berita ini diterbitkan, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kembali dikonfirmasi NEINEWS pada Sabtu (25/7/2026), namun belum memberikan tanggapan terkait perkembangan dugaan OTT maupun penggeledahan yang dilakukan di Kota Bengkulu.

NEINEWS menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu masih sebatas informasi yang berkembang dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah serta akan terus memperbarui pemberitaan setelah terdapat keterangan resmi dari KPK maupun pihak terkait.

Reporter: Alfridho Ade Permana