Bengkulu, Neinews.Org – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mencatat tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah tersebut disebabkan oleh praktik seks bebas di kalangan kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), khususnya kategori Laki-laki Sama Laki-laki (LSL).
“Sebanyak 70 orang yang positif terinfeksi virus HIV berasal dari populasi LGBT dan LSL,” ungkap Kepala Bidang Program Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, di Kota Bengkulu pada Selasa.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus HIV, pihaknya terus melakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan. Sejak Januari hingga Agustus 2024, tercatat 126 orang terinfeksi HIV/AIDS, dan angka ini berpotensi meningkat.
Ruslian menyebutkan bahwa dari 126 orang yang terinfeksi HIV, 89 di antaranya telah mendapatkan pengobatan lebih lanjut dan berada di bawah pengawasan Dinkes Bengkulu.
Kota Bengkulu merupakan daerah dengan jumlah kasus HIV terbanyak, mencapai 90 kasus, diikuti oleh Kabupaten Rejang Lebong dengan 14 kasus, Kabupaten Kepahiang tujuh kasus, dan Kabupaten Bengkulu Selatan enam kasus.
Kabupaten Bengkulu Utara melaporkan lima kasus, sementara Kabupaten Mukomuko mencatat dua kasus, dan Kabupaten Lebong serta Kabupaten Bengkulu Tengah masing-masing satu kasus. Belum ada kasus HIV yang ditemukan di Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur.
Ruslian juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku seks bebas, tidak menggunakan jarum suntik secara berulang, serta tidak mengonsumsi narkoba.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan, khususnya bagi para penderita, agar menghindari hubungan seksual untuk mencegah penularan lebih lanjut,” tegas Ruslian.
Sumber : antaranews.com













