Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, bersama jajaran pemerintah dan manajemen Evyap Group meresmikan operasional PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Investasi senilai USD130 juta atau sekitar Rp2,34 triliun ini menjadi salah satu investasi terbesar Turki di Indonesia dalam 25 tahun terakhir dan diharapkan memperkuat hilirisasi industri serta membuka lapangan kerja. Foto: KBRI Ankara.
NEINEWS, SIMALUNGUN – PT Evyap Sabun Indonesia resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Perusahaan asal Turki tersebut menanamkan investasi sebesar USD130 juta atau sekitar Rp2,34 triliun, menjadikannya salah satu investasi terbesar Turki di Indonesia dalam 25 tahun terakhir.
Peresmian pabrik yang digelar Kamis (2/7/2026) dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, bersama CEO Evyap Group Mehmed Evyap, Anggota Dewan Direksi Evyap Group Omer Evyap, CEO Evyap Life Chemistry Datuk Saw Lee Chyan, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Kementerian Investasi/BKPM Heldy Satrya Putra, serta jajaran pengelola KEK Sei Mangkei.
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengatakan kehadiran pabrik baru tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan Turki.
“Ini hari yang bersejarah bagi Indonesia, Turki, dan Keluarga Besar Evyap. Peresmian PT Evyap Sabun Indonesia bukan hanya pembukaan pabrik baru, tetapi juga membuka peluang baru, memperkuat kemitraan, dan membawa masa depan hubungan Indonesia-Turki yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, investasi tersebut juga sejalan dengan program hilirisasi nasional karena mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan ekspor, serta membuka lapangan pekerjaan.
“Fasilitas pabrik ini mengirim pesan yang sangat kuat bahwa Indonesia dan Turki adalah mitra strategis yang mampu memberikan nilai tambah besar bagi kedua negara maupun dunia,” tambahnya.
Mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin, menilai beroperasinya PT Evyap Sabun Indonesia menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.
Menurutnya, investasi tersebut sekaligus menunjukkan keberhasilan pengembangan KEK Sei Mangkei dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha.
Pabrik PT Evyap Sabun Indonesia berdiri di atas lahan seluas sekitar 160 ribu meter persegi dan bergerak di sektor industri sabun serta oleokimia. Kehadirannya diharapkan memperkuat industri berbasis kelapa sawit nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk oleokimia, personal care, hygiene, dan fast moving consumer goods (FMCG).
Keberhasilan investasi Evyap juga diharapkan menjadi daya tarik bagi perusahaan-perusahaan Turki lainnya untuk menanamkan modal di Indonesia. KBRI Ankara menyatakan akan terus mendorong diplomasi ekonomi guna memperkuat kerja sama investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Sebagai informasi, Evyap merupakan salah satu produsen sabun dan oleokimia terbesar di Turki yang berdiri sejak 1927. Perusahaan ini mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara.
Melalui fasilitas baru di Indonesia, Evyap ditargetkan memiliki kapasitas produksi oleokimia sebesar 250 ribu ton per tahun. Dengan tambahan tersebut, kapasitas produksi global perusahaan akan meningkat menjadi 680 ribu ton per tahun dan menempatkan Evyap sebagai perusahaan oleokimia terbesar kelima di dunia.
Editor: Alfridho Ade Permana








