Gusril Tegaskan Golkar Tak Tolerir Pelanggaran Moral, Siap Beri Sanksi Tegas

Bupati Kaur sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kaur, Gusril Pausi, menyatakan telah membentuk tim internal untuk menelusuri informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan video asusila yang disebut-sebut melibatkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Kaur. Foto/Dok: Ist-newsikal

BENGKULU, NEINEWS – Masyarakat Bengkulu Kabupaten Kaur dan warganet beberapa hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya informasi di media sosial berupa pemberitaan dan tangkapan layar yang diklaim memperlihatkan dugaan perbuatan asusila yang disebut-sebut melibatkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Kaur.

Hingga saat ini, identitas pihak dalam materi yang beredar maupun keaslian tangkapan layar tersebut belum dapat dipastikan. Meski demikian, informasi tersebut telah memicu beragam komentar dari masyarakat di berbagai platform media sosial.

Menanggapi ramainya isu tersebut, Bupati Kaur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kaur, Gusril Pausi, menyatakan partainya telah membentuk tim internal untuk menelusuri informasi yang beredar.

“Saat ini kita sudah bentuk tim untuk menyelidiki siapa oknum anggota dewan yang diduga melakukan tindakan yang melanggar norma agama dan norma kesusilaan. Mengingat kejadian ini sudah menjadi perhatian masyarakat luas, sekarang tim sedang mengumpulkan fakta dan keterangan,” ujar Gusril Pausi saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (1/8) malam, sebagaimana dilansir Sinarfakta.

Menurut Gusril, proses penelusuran dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sebelum partai mengambil langkah organisasi.

Ia menegaskan, apabila hasil penelusuran menunjukkan bahwa pihak yang dimaksud benar merupakan kader Partai Golkar, maka partai tidak akan ragu menjatuhkan sanksi sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Kalau itu kader kita, saya pastikan akan memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian sebagai kader yang selanjutnya akan diberlakukan PAW (Pergantian Antar Waktu), dengan mempertimbangkan marwah dan nama baik partai yang harus dijunjung tinggi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar,” tegas Gusril.

Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak yang disebut-sebut dalam informasi yang beredar. NEINEWS masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

Repoerter: Alfridho Ade Permana