Bengkulu, Neinews.Org – Kelompok Houthi Yaman berjanji akan membalas serangan udara Israel di Yaman barat pada Sabtu, 20 Juli 2024. Hal ini disampaikan oleh jubir Houthi, Mohammed Abulsalam mengungkapkan bahwa serangan Israel terhadap Al Hudaydah yang bertujuan memperburuk penderitaan rakyat serta menekan Yaman untuk berhenti mendukung Gaza.
Mohammed al-Houthi, selaku anggota Dewan Politik kelompok tersebut, mengancam akan melakukan operasi yang akan menganggu Israel sebagai respons atas serangan yang dilakukan di Al Hudaydah.
Dalam hal ini disampaikan juga Abdulsalam mengatakan bahwa tidak akan ada “garis merah” dalam respons Houthi terhadap Israel.
“Semua pihak penting dalam semua level akan menjadi target bagi kami,” ungkap Abdulsalam.
Diketahui pada Sabtu (20/7) Israel menyerang depot penyimpanan bahan bakar serta pembangkit listrik yang ada di kota pelabuhan Hodeidah, Yaman. Serangan ini memicu kebakaran besar dan pemadaman listrik di wilayah itu.
Berbagai serangan udara yang dilakukan Israel setelah Houthi menyerang ibu kota Tel Aviv dengan drone tak berawak pada Jumat 19 Juli 2024 pagi tidak memicu alarm atau sirene serangan udara. Kejadian tersebut dilaporkan Warga setempat setelah mendengar suara ledakan namun tidak ada sirene yang berbunyi.
Militer Israel terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait serangan drone tersebut, termasuk mencari tahu mengapa sistem pertahanan udara di Tel Aviv tidak diaktifkan untuk mencegat drone tersebut.
Dalam hal ini Israel pun membenarkan bahwa militernya menjadi penyebab di balik serangan ke Yaman. Jubir militer Israel, Daniel Hagari, mengungkapkan serangan itu menargetkan markas militer yang berada di Hodeidah.
“(Serangan itu menargetkan) sasaran militer rezim teroris Houthi di kawasan pelabuhan Hodeidah di Yaman sebagai tanggapan atas ratusan serangan terhadap Israel dalam beberapa bulan terakhir,” ungkap Daniel Hagari.
Untuk memperdalam penderitaan masyarakat serta menekan Yaman agar berhenti mendukung Gaza,” tutur Abdulsalam.
Abdulsalam juga menegaskan bahwa tujuan Israel itu hanyalah mimpi belaka. Houthi, ujar Abdulsalam, tidak akan berhenti mendukung warga Palestina di Jalur Gaza.
Sumber : cnnindonesia.com













