Pesta Seni Perkolong-kolong Digelar Meriah di Bengkulu

Bupati Karo: Jadi Obat Perindu bagi Perantau

Pentas Seni Perkolong-kolong Tahun Mergasilima Provinsi Bengkulu serta Presentasi Karya (GSMS) di Sportarium Kampus 4 UMB, Sabtu (15/11/2025). Foto/Dok: Ist

NEINEWS, Bengkulu – Persadaan Merga Silima Bengkulu menggelar Pentas Seni Perkolong-kolong Kerja Tahun Mergasilima Provinsi Bengkulu serta Presentasi Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di Sportarium Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan budaya tahunan itu berlangsung meriah dan sarat suasana kekeluargaan. Ribuan warga Karo dari berbagai daerah di Bengkulu memadati arena acara. Hadir pula Bupati Tanah Karo Antonius Ginting, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, serta sejumlah tokoh Karo lainnya.

Bupati Karo: Warga Diaspora Teladan Jaga Solidaritas

Dalam sambutannya, Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Karo yang telah lama bermukim di Bengkulu. Ia menilai kekompakan diaspora Karo di perantauan patut menjadi contoh.

“Warga Karo di Bengkulu telah memberikan teladan baik dalam menjaga kebersamaan dan solidaritas antarperantau. Ini menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Karo di manapun berada,” ujar Antonius.

Ia menyebut, Kerja Tahun Mergasilima bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi “obat perindu” bagi para perantau yang rindu suasana kampung halaman, Tanah Karo Simalem.

“Semoga acara ini menjadi obat perindu dan membawa semangat baru untuk kebersamaan, agar kita mampu bangkit bersama membangun Kota Bengkulu,” lanjutnya.

Antonius menegaskan bahwa kedatangannya ke Bengkulu adalah bentuk dukungan langsung terhadap pelestarian budaya Karo di tanah rantau.

DPRD Bengkulu: Bukti Nyata Pelestarian Budaya Karo

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menilai Kerja Tahun Mergasilima merupakan upaya serius menjaga warisan budaya Karo di Provinsi Bengkulu.

“Kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memperkuat semangat persatuan. Warga Karo dapat berkumpul, berbagi cerita, dan membangun silaturahmi yang lebih erat,” ujar Usin.

Ia mengapresiasi kehadiran Bupati Karo yang disebutnya sebagai simbol kuatnya ikatan emosional antara masyarakat Karo di Bengkulu dengan daerah asalnya.

“Kehadiran Bupati Karo memberi makna besar. Ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah asal kepada warganya di perantauan, sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjaga identitas budaya,” tambahnya.

Usin menegaskan bahwa selama ini warga Karo di Bengkulu telah memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga marwah suku Karo.

“Semoga kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Karo, serta menjadi energi baru untuk membangun Bengkulu bersama-sama,” tutupnya.

Reporter: Iman SP Noya
Editor: Alfridho Ade Permana