Ketua PSMTI Provinsi Bengkulu, Bebby Hussy. Foto/Dok: Ist-MC
NEINEWS, Bengkulu – Indonesia tak dibangun oleh satu warna, tapi oleh ragam yang saling merajut. Pesan itu mengalir hangat dari Balai Raya Semarak Bengkulu, kala Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melantik Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Bengkulu periode 2025–2029.
“Bangsa ini tidak akan besar jika masih ada yang berpikir sempit soal perbedaan. Kita harus menyatu, bukan justru saling menjauh karena latar belakang,” ujar Helmi, berdiri berdampingan dengan Wakil Gubernur Bengkulu Mian.
Gubernur Helmi menaruh apresiasi besar kepada PSMTI, yang menurutnya hadir bukan hanya dengan gagasan, tapi langsung turun tangan membantu rakyat melalui program sosial.
“Bantu rakyat itu bukan cuma urusan saya dan Pak Mian. PSMTI ini hadir, diam-diam tapi berdampak. Tak banyak bicara, tak sibuk berdebat, tapi langsung bergerak,” tegas Helmi, dengan nada haru.
Bukan hanya soal aksi, Helmi juga membuka pintu Bengkulu sebagai ruang ekspresi budaya. Ia mengusulkan agar event nasional PSMTI digelar di Bumi Rafflesia, sekaligus menghadirkan pertunjukan Barongsai terpanjang dan termeriah di dunia.
“Kalau boleh, Bengkulu jadi tuan rumahnya. Kita siapkan segalanya. Ini bukan cuma soal hiburan, tapi tentang merayakan kebersamaan,” kata Helmi penuh semangat.
Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, menyambut hangat ajakan itu. Ia menyebut pelantikan di rumah dinas gubernur bukan sekadar seremoni, tapi simbol keterbukaan dan kebersamaan.
“Ini istana rakyat. Sebuah bentuk penghormatan bagi kami, dan semoga jadi contoh bagi daerah lain. Kolaborasi ini bukti bahwa kita bisa saling menguatkan,” tutur Wilianto.

PSMTI sendiri lahir dari luka sejarah, usai kerusuhan 1998. Didirikan pada 28 September tahun itu, organisasi ini tumbuh menjadi wadah sosial dan budaya yang kini hadir di 37 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia. Di dalamnya, terikat semangat untuk menjaga Kebhinekaan dan merawat harmoni.
“Paguyuban ini berdiri agar tragedi masa lalu tak terulang. Kami ingin jadi jembatan, bukan tembok,” ujar Wilianto.
Di Bengkulu, estafet kepemimpinan kini diemban oleh Bebby Hussy yang resmi dilantik sebagai Ketua PSMTI Provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya, Bebby menegaskan komitmennya memperkuat solidaritas sosial dan memberdayakan masyarakat.
“PSMTI adalah rumah besar untuk semua. Kami ingin hadir lewat aksi nyata – dari melestarikan budaya, mendukung UMKM, hingga membantu warga yang kesusahan. Kami siap bergandengan dengan pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh masyarakat,” ucapnya.
Di penghujung acara, dilangsungkan penyerahan plakat, tukar cendera mata, dan penyematan pin Merah Putih dari Gubernur Helmi kepada para tokoh PSMTI. Sebuah simbol kecil, namun sarat makna: bahwa Bengkulu tidak hanya menjadi tempat bertemu, tetapi juga tempat bersatu. (MC)
Editor: Alfridho Ade Permana













