Dr. Hj. Dewi Coryati, M.Si. Foto/Dok: Ist
NEINEWS, BENGKULU — Dalam ikhtiar nyata memperjuangkan hak pendidikan anak bangsa, Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PAN, Dr. Hj. Dewi Coryati, M.Si, sukses mengawal penyaluran 13.889 kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kota Bengkulu. Total dana yang digelontorkan dari perjuangan ini mencapai lebih dari Rp11,6 miliar.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa slogan “Bantu Rakyat” milik Partai Amanat Nasional bukanlah sekadar retorika politik, melainkan dijalankan dengan kerja nyata dan terukur. Kota Bengkulu pun tercatat sebagai penerima beasiswa terbanyak di Provinsi Bengkulu, dari total 41.208 kuota PIP yang disalurkan secara keseluruhan.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Kota Bengkulu memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tanpa hambatan ekonomi,” tegas Dewi Coryati, Kamis (24/07/2025).
Beasiswa PIP merupakan bentuk intervensi negara bagi pelajar dari keluarga miskin, rentan miskin, yatim piatu, dan mereka yang menghadapi kesulitan ekonomi. Tujuan besarnya adalah menekan angka putus sekolah dan mendorong semangat belajar generasi muda, agar mampu menapaki jenjang pendidikan hingga tingkat menengah atas.
Tak sendiri, Dewi Coryati menyebut kolaborasinya dengan Wali Kota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi sebagai langkah strategis dalam menjangkau lapisan paling bawah dari sistem pendidikan. Proses pengusulan dan pengawalan dilakukan melalui jalur aspirasi di parlemen, hingga eksekusinya dilakukan oleh Kemendikdasmen Kementerian Pendidikan.
“Kami di PAN percaya, pendidikan adalah jalan utama menuju kemajuan bangsa. Melalui program ini, saya ingin memastikan tidak ada lagi anak di Kota Bengkulu yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena soal biaya,” tambahnya.
Selain beasiswa, Dewi Coryati juga aktif membangun fondasi pendidikan daerah: mulai dari pelatihan guru, penguatan literasi, hingga rehabilitasi infrastruktur sekolah di berbagai pelosok Bengkulu. Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari kepala sekolah hingga orang tua, untuk bersama-sama mengawal program ini agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan.
Langkah Dewi Coryati membuktikan bahwa seorang wakil rakyat bukan hanya penyambung lidah konstituen, tetapi juga penjaga harapan generasi penerus, yang hari ini bersekolah di ruang-ruang kelas sederhana, dengan mimpi besar di dada mereka.
“Pendidikan anak-anak kita hari ini adalah penentu masa depan Bengkulu dan Indonesia,” pungkas Dewi. (**)
Editor: Alfridho Ade Permana













