Nganjuk, Neinews.Org – Polisi mengungkap kasus pembunuhan Sujud (55), pria asal Tuban, yang terjadi menjelang acara ijab kabul. Pelaku, Sutrisno (42), merupakan warga Desa Ngringin, Lengkong, Nganjuk.
Dalam pemeriksaan, Sutrisno mengaku merasa sakit hati dan cemburu karena Sujud berencana menikahi mantan pacarnya. Akibatnya, ia membacok Sujud saat acara ijab kabul hendak dilaksanakan.
“Motif pembunuhan yang dilakukan oleh Sutrisno adalah sakit hati dan cemburu,” kata Kapolres Nganjuk, AKBP Siswantoro, kepada wartawan pada Selasa (22/10/2024).
Siswantoro menjelaskan bahwa pelaku nekat menghabisi nyawa Sujud karena sebelumnya ia menjalin hubungan dengan Heni, tetapi hubungan tersebut berakhir karena Heni akan menikahi Sujud.
“Pelaku sebelumnya pernah menjalin hubungan dengan Heni, yang merupakan calon istri Sujud,” ungkap Siswantoro. Ia juga menambahkan bahwa tersangka ditangkap setelah keluarganya mengantarnya langsung ke Polres Nganjuk. Pelaku diserahkan oleh keluarganya pada Senin (21/10/2024) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Pelaku menyerahkan diri didampingi oleh keluarganya,” tegas Siswantoro.
Warga Desa Ketandan, Lengkong, Nganjuk, dikejutkan oleh tewasnya seorang pria asal Tuban. Korban, Sujud (55), meninggal dunia akibat luka bacok menjelang acara ijab kabul.
Insiden tragis ini terjadi saat Sujud akan menikahi Heni (35). Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu (19/10/2024) petang sekitar pukul 17.00 WIB.
Sumber : detik.com













