Pemkot Bengkulu Alokasikan APBD 2025 Rp 5 Miliar untuk Pemasangan Lampu Jalan

Pemkot bengkulu usulkan anggarkan Rp 5 miliar penambahan lampu jalan
Pemkot bengkulu usulkan anggarkan Rp 5 miliar penambahan lampu jalan

Bengkulu, Neinews.Org – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengusulkan anggaran sebesar Rp5 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk menambah jumlah lampu jalan, sebagai bagian dari program penerangan jalan umum di kota tersebut.

“Saat ini pembahasan masih berlangsung, dan masalah lampu jalan tetap menjadi prioritas karena Kota Bengkulu harus terang benderang,” ujar Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu, Sehmi, di Bengkulu, pada Selasa.

Sehmi menjelaskan bahwa kebutuhan lampu jalan di Kota Bengkulu mencapai 35 ribu titik, dan sejauh ini sudah ada 18 ribu titik yang telah dipasangi lampu jalan. Untuk merealisasikan program ini, pemerintah akan mengalokasikan anggaran secara bertahap setiap tahunnya.

“Memang masih ada beberapa wilayah yang gelap, oleh karena itu kami akan mengkaji lebih lanjut titik-titik mana yang menjadi prioritas,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu sedang melakukan pendataan terhadap area atau titik yang masih belum diterangi, baik di kawasan dengan lalu lintas padat maupun sepi. Pemasangan lampu jalan ini diharapkan tidak hanya memberikan penerangan bagi masyarakat, tetapi juga dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas di kota tersebut.

Kepala Dishub Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan, melaporkan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 305 titik lampu jalan telah dipasang di beberapa persimpangan, jalan utama, dan permukiman di sembilan kecamatan di Kota Bengkulu.

“Beberapa titik yang dianggap penting oleh masyarakat juga akan ditambah, terutama di jalan utama, untuk mencegah kecelakaan lalu lintas dan aksi kriminal,” katanya.

Dishub Kota Bengkulu juga menerapkan teknologi inovatif dengan menggunakan sistem smart system untuk lampu penerangan jalan umum (PJU). Teknologi ini memungkinkan pemantauan lampu PJU yang rusak melalui ponsel atau laptop, dengan sistem command center yang terhubung ke jaringan lampu lalu lintas (traffic light).

Dengan sistem ini, petugas dapat langsung mengetahui koordinat lampu yang rusak tanpa perlu memeriksanya secara fisik, sehingga mempercepat proses pengecekan dan perbaikan.

 

Sumber : bengkulu.antaranews.com