Advokat Sasriponi Bahrin Ranggolawe, SH bersama Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Foto/Dok: Ist
NEINEWS, Bengkulu – Advokat, Sasriponi Bahrin Ranggolawe, SH, memberikan apresiasi atas penghargaan CNN Award 2025 yang diterima oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin. Sultan meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Outstanding in Regional Inclusion Advocate atas kontribusinya memperjuangkan kepentingan daerah otonomi di tingkat nasional.
Menurut Sasriponi yang juga sebagai direktur PT. RAN bergerak dibidang mineral nikel dan emas di Sulteng Konawe dan Maluku Utara ini, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan politik berbasis nilai-nilai daerah masih memiliki ruang dan relevansi dalam panggung nasional. Ia menyebut Sultan sebagai sosok politisi muda yang membawa harapan baru bagi masa depan politik Indonesia.
“Sultan Bachtiar Najamudin adalah sebuah solusi untuk pertarungan politik masa depan Indonesia. Ia menunjukkan bahwa politik tidak harus berangkat dari kepentingan elite, tetapi dari semangat memperjuangkan kedaulatan dan kesejahteraan daerah,” ujar Sasriponi kepada media ini, Sabtu (1/11/2025).
Lebih lanjut, Sasriponi menilai kehadiran Sultan dalam panggung nasional menjadi pengulangan sejarah penting bagi Bengkulu. Ia menyinggung bagaimana pada masa pemerintahan Presiden Soekarno (Bung Karno), dua putra daerah Bengkulu, yakni HM Hanafi dan Asmara Hadi, pernah dipercaya menjadi tokoh penting dalam kabinet “Seratus Menteri”.
“Sejarah berulang. Dulu pada zaman Bung Karno, putra daerah dari Lubuk Ngantungan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, yakni HM Hanafi dan Asmara Hadi, sudah menjadi Perdana Menteri Pengerahan Rakyat. Hari ini, sejarah itu terulang pada sosok Sultan Bachtiar Najamudin,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, Sasriponi juga menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah elemen masyarakat akan mendorong dan menggiring Sultan Bachtiar Najamudin untuk maju sebagai kandidat wakil presiden pada Pemilu 2029 mendatang.
“Kami akan mendukung dan menggiring Sultan Bachtiar Najamudin untuk menjadi kandidat wapres pada 2029, karena dari semua figur yang muncul saat ini, beliau adalah yang paling pas baik dari latar belakang, kapasitas, maupun rekam jejaknya,” tegas Sasriponi.
Ia menilai Sultan memiliki keunggulan unik dibanding kandidat lain karena bersikap non partisan, tidak terikat partai politik, dan mampu menjembatani berbagai kepentingan nasional dengan pendekatan daerah yang inklusif.
“Dari semua kandidat cawapres yang beredar, hanya Sultan Bachtiar Najamudin yang benar-benar non partisan. Itu nilai penting bagi demokrasi kita yang sedang haus akan figur pemersatu, bukan sekadar perwakilan partai,” tambahnya.
Lebih lanjut ditambahkan Sasriponi bahwa, selain latar belakang, kapasitas maupun rekam jejak Sultan Bachtiar Najamudin, dukungan dan jumlah suara dari seluruh anggota DPD RI Se-Indonesia juga menjadi modal dasar beliau (Sultan) untuk maju sebagai cawapres.
Kemudian selain itu, kata Sasriponi, alasan lain kenapa Sultan layak maju cawapres, ini merujuk pada peristiwa yang terjadi seperti Barack Obama mantan presiden Amerika Serikat (AS) dari seorang senator menjadi presiden.
Sasriponi berharap penghargaan yang diraih Sultan menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap peran DPD RI sekaligus membuka jalan bagi lahirnya pemimpin daerah yang berkarakter nasionalis dan berjiwa kerakyatan.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi panggilan sejarah bagi generasi daerah untuk bangkit dan berperan dalam menentukan arah bangsa,” pungkasnya.
Reporter: Alfridho Ade Permana













