Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (Tengah) Saat Rakor bersama Jajaran. Foto/Dok: Ist
NEINEWS, Jakarta — Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh kembali menorehkan duka bagi masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan keprihatinannya sekaligus memastikan hadir penuh dalam operasi penanganan pasca bencana.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan, lembaganya terus bergerak cepat mengawal peringatan dini dan mendukung langkah penanggulangan di lapangan. Hal ini selaras dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut penanganan bencana dilakukan cepat, tepat, dan menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
“Doa dan empati kami untuk keluarga yang kehilangan. BMKG berkomitmen mendukung penuh operasi tanggap darurat melalui penyediaan peringatan dini, analisis cuaca ekstrem, hingga dukungan teknis bagi kelancaran pengiriman bantuan dan perlindungan petugas,” ujar Faisal dala siaran pers, Sabtu (29/11/2025).
Peringatan Dini Diperkuat, Koordinasi Lintas Sektor Dipercepat
Sebagai institusi pemegang mandat informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG menjadi simpul penting dalam kerja lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah (pemda) dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan pascabencana berjalan optimal.
BMKG mengirimkan pembaruan informasi cuaca ekstrem secara berkala melalui seluruh kanal resmi, memastikan para pengambil keputusan di lapangan dapat merespons situasi secara real time. Optimalisasi unit operasional dilakukan dari pusat hingga daerah, sehingga seluruh data kritis dapat langsung digunakan dalam operasi penyelamatan.
“Upaya ini bagian dari kontribusi BMKG untuk memastikan seluruh respons nasional berjalan efektif dan terkoordinasi,” tegas Faisal.
Kepala BMKG Turun Langsung ke Medan Supervisi OMC
Dalam rangka memperkuat operasi tanggap darurat, Kepala BMKG dijadwalkan bertolak ke Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Kualanamu, Medan. Kehadirannya menjadi kunci dalam memastikan efektivitas operasi yang dijalankan bersama BNPB untuk mengurangi curah hujan di wilayah terdampak.
“Fokus utama OMC kali ini adalah menurunkan intensitas hujan di kawasan bencana. Harapannya, OMC berjalan tepat waktu dan tepat sasaran sebagai bagian dari mitigasi dan penanggulangan bencana,” jelasnya.
Apresiasi untuk Seluruh Unsur yang Bergerak di Lapangan
BMKG juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat yang terus menunjukkan ketangguhan dan dedikasi dalam penanganan bencana di Sumatera.
Sinergi kolektif ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemulihan sekaligus memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
Editor: Alfridho Ade Permana













