Groundbreaking Proyek Pengendalian Banjir Air Bengkulu Kota Bengkulu di Rumah Pompa 1 Tanjung Agung. Rabu (30/4/2025). Foto/Dok: Ist Kolase- Neinews
NEINEWS, BENGKULU – Pekerjaan konstruksi proyek pengendalian banjir Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu resmi dimulai. Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pengendalian Banjir Air Bengkulu Kota Bengkulu dilakukan pada Rabu (30/4/2025) bertempat di rumah pompa 1 Tanjung Agung, Kota Bengkulu.
Kegiatan groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu, Medya Ramdan, ST bersama jajarannya, Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi beserta jajaran kepala OPD Pemkot Bengkulu, kontraktor pelaksana PT. Karya Prima Mandiri Pratama, perwakilan Forkopimda, Polres Bengkulu, Kejari, camat, lurah, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VII, Medya Ramdhan menyampaikan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan BWSS VII untuk menanggulangi masalah banjir yang terjadi rutin di Kota Bengkulu, khususnya setelah banjir besar yang terjadi pada tahun 2019, 2021, dan 2022.
Ia menyebutkan, berbagai metode telah dilakukan dalam mengatasi banjir di Kota Bengkulu, seperti pembangunan jetty, pemasangan pompa, pembangunan kolam retensi hingga normalisasi sungai. Namun, kali ini, fokus utama tertuju pada pembangunan tanggul dan sistem drainase yang langsung menuju pintu air.
Medya Ramdhan menjelaskan, proyek yang difokuskan pada pembangunan tanggul dan drainase menuju pintu air ini ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2025.
“Kami mohon dukungan penuh dari Pemkot agar pekerjaan ini berjalan tepat waktu dan sesuai rencana,” ujarnya.
Medya Ramdhan juga menyampaikan bahwa pembangunan proyek pengendalian banjir air Bengkulu telah dimulai dua minggu sebelum kegiatan peletakan batu pertama ini, dan pihaknya menargetkan akan rampung yaitu pada pertengahan Desember tahun ini.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan inisiatif BWS Sumatera VII. Ia menyebut proyek ini sebagai bagian dari program strategis nasional (PSN) dan hasil dari berbagai usulan yang telah disampaikan Pemkot Bengkulu, termasuk saat kunjungan Komisi V DPR RI terkait pembangunan jetty dan kolam retensi.
“Saya selaku Wali Kota sangat berterima kasih kepada Kepala BWSS VII, Medya Ramdan, dan seluruh tim. BWSS VII ibarat pahlawan yang membebaskan Kota Bengkulu dari ancaman banjir,” kata Dedy.
Dirinya juga mendorong BWSS VII untuk memperjuangkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat guna memperluas kawasan pengendali banjir di Tanjung Agung.
Acara groundbreaking peletakan batu pertama proyek pembangunan Pengendalian Banjir Air Bengkulu Kota Bengkulu di lokasi pembangunan rumah pompa 1, Tanjung Agung Kota Bengkulu, juga diwarnai dengan sesi tanya jawab dengan warga setempat.
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti pendangkalan sungai akibat sedimen, kondisi sungai yang tercemar, serta dampak sosial-ekonomi seperti hilangnya mata pencaharian di sepanjang Sungai Bengkulu.
Proyek pembangunan Pengendalian Banjir Air Bengkulu Kota Bengkulu dianggarkan oleh Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VII dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 97.150.000.000,00 sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui APBN DIPA SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera VII Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025. dengan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 300 hari kalender sejak surat perintah mulai kerja (SPMK) diterbitkan. (BS)
Editor: Alfridho Ade Permana













