Indonesia menghadiri peluncuran Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2025 sebagai bagian dari komitmen memperkuat infrastruktur digital nasional. Foto/Dok: KemKomdigi
NEINEWS, Jakarta — Indonesia terus memperkuat posisinya dalam transformasi digital global melalui peluncuran Subsea Ecosystem Development Program (SEDP) atau Program Pengembangan Ekosistem Bawah Laut di ajang Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2025.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap kolaborasi strategis Telkom University, GSMA, dan berbagai pelaku industri telekomunikasi.
“Komdigi mendukung penuh inisiatif untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, sekaligus menjadikan Indonesia pemain utama di industri kabel bawah laut global,” ujar Nezar di Jakarta, Senin (10/3/2025).
Nezar menambahkan, kolaborasi ini menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan SDM, inovasi, dan kemandirian teknologi, demi meraih posisi sebagai pemimpin global infrastruktur digital.
Program Komprehensif: Penguatan SDM dan Riset Teknologi Kabel Bawah Laut
Assisten Manager Business Unit Management Telkom University, Galih Prihartanto, menyampaikan bahwa SEDP dirancang untuk pelatihan, riset, dan praktik langsung dalam teknologi kabel bawah laut.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran, di mana mahasiswa dan profesional Indonesia dapat mengembangkan keahlian desain jaringan, manajemen infrastruktur digital, hingga riset teknologi bawah laut,” jelas Galih.
Senada, Head of Strategic Engagement APAC GSMA, Kevin Henry, menilai program ini dapat menjembatani kesenjangan, membuka lapangan kerja, dan mendorong konektivitas nasional.
“Dengan investasi di SDM lokal, program ini akan membentuk ekosistem berkelanjutan yang mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Kevin.
Didukung Pemain Besar Telekomunikasi dan Digital
Inisiatif ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Telin, IOH, Meta, XL Axiata, hingga asosiasi dan penyedia teknologi.
Telin dan IOH menekankan pentingnya kabel bawah laut sebagai tulang punggung konektivitas nasional, sementara Meta dan XL Axiata menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inovasi.
Resmi Bergulir Kuartal IV 2025
Program SEDP akan resmi dimulai pada kuartal IV 2025, dengan agenda lokakarya, pelatihan, hingga proyek riset yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Fokusnya mencakup pengembangan talenta, inovasi teknologi, dan penguatan kolaborasi industri-akademisi.
Kolaborator utama program ini meliputi Kementerian Komdigi, Telin, Telkom Infra, Telkom University, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XL Axiata, Meta, Alita Praya Mitra, GSMA, AJARI, ASKALSI, TIP, dan Ciena.
Kontak Media:
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Kemkomdigi
Marroli J. Indarto (081310711160)
Editor: Alfridho Ade Permana













